comscore

Mahathir Sebut Malaysia Sebaiknya Klaim Singapura dan Kepulauan Riau

Willy Haryono - 21 Juni 2022 20:30 WIB
Mahathir Sebut Malaysia Sebaiknya Klaim Singapura dan Kepulauan Riau
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad. (Vincent Thian / POOL / AFP)
Kuala Lumpur: Mantan perdana menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan bahwa Singapura dulu pernah dikuasai negara bagian Johor. Oleh karenanya, Mahathir mengatakan Johor sebaiknya mengeklaim Singapura agar kembali bersatu dengan Malaysia.

"Namun, tidak ada desakan apa pun terkait Singapura. Alih-alih desakan, kita memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan dari negara baru bernama Singapura," ungkapnya dalam sebuah pidato pada hari Minggu kemarin.
Dikutip dari The Straits Times, Senin, 20 Juni 2022, Mahathir juga mengatakan bahwa Pemerintah Malaysia sepertinya lebih menaruh perhatian terhadap upaya memenangkan pulau Sipadan dan Ligitan dari Indonesia melalui proses peradilan di Mahkamah Internasional (ICJ).

"Kita sebaiknya tidak hanya meminta Pedra Branca atau Pulau Batu Puteh untuk dikembalikan ke kita, tapi juga Singapura dan Kepulauan Riau, karena keduanya adalah Tanah Melayu," tutur Mahathir, yang disambut tepuk tangan meriah.

Pria 96 tahun itu, dikenal lewat pernyataan-pernyataan kontroversialnya, berbicara dalam sebuah acara di Selangor yang digelar beberapa organisasi non-pemerintah di bawah Kongres Survival Melayu.

Dalam pidato pembukaannya, yang juga disiarkan di media sosial, Mahathir mengatakan bahwa Tanah Melayu di masa lalu sangat luas, membentang dari Isthmus of Kra di Thailand selatan hingga ke Kepulauan Riau dan Singapura. Namun kini, ucap dia, Tanah Melayu hanya terbatas di Semenanjung Melayu.

Ia juga mengatakan bahwa Malaysia saat ini tidak dikuasai oleh pribumi "bumiputera," karena banyak warga Malaysia masih miskin dan cenderung menjual tanah mereka.

Pada 2002, ICJ memutuskan bahwa Sipadan dan Ligitan merupakan milik Malaysia, bukan Indonesia. Enam tahun berselang, ICJ memutuskan bahwa Pedra Branca milik Singapura, sementara kedaulatan di dekat Middle Rocks diberikan kepada Malaysia.

Memasuki tahun 2017, Malaysia meminta ICJ untuk merevisi putusannya. Namun pada Mei 2018, setelah Mahathir menjadi perdana menteri lagi, Malaysia memutuskan untuk menghentikan permintaan tersebut.

Baca: Keliling Jakarta, Mahathir Takjub dengan Banyaknya Mobil di Ibu Kota


(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id