PM Malaysia Disebut Tengah Pertimbangkan Perombakan Kabinet

    Willy Haryono - 20 Oktober 2020 08:26 WIB
    PM Malaysia Disebut Tengah Pertimbangkan Perombakan Kabinet
    PM Malaysia Muhyiddin Yassin. (Foto: AFP)
    Kuala Lumpur: Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin disebut-sebut tengah mempertimbangkan perombakan kabinet dalam upaya menyenangkan sebuah mitra kunci yang mengancam akan menarik diri dari koalisi berkuasa. Saat ini PM Muhyiddin sedang menghadapi penentangan dari pemimpin oposisi Anwar Ibrahim, yang pekan kemarin telah bertemu Raja Malaysia dalam upaya membuktikan adanya dukungan mayoritas dari parlemen untuk membentuk pemerintahan baru.

    Sejak pertemuan Anwar dengan raja, PM Muhyiddin menggelar diskusi dengan United Malays National Organisation (UMNO), partai terbesar dalam koalisi berkuasa. Menurut beberapa sumber, diskusi digelar untuk menegosiasikan kesepakatan baru, termasuk mengenai jabatan yang lebih penting di kabinet.

    Keberhasilan diskusi dengan UMNO dapat menghambat upaya Anwar dalam membentuk pemerintahan baru, namun juga membuat PM Muhyiddin hanya memegang mayoritas tipis dalam parlemen yang total anggotanya 222.

    "UMNO sedang bernegosiasi, dan mereka terlihat belum siap untuk keluar dari koalisi," kata seorang sumber, dilansir dari laman Asia One pada Selasa, 20 Oktober 2020.

    Baca:  UMNO Jajaki Kemungkinan Tarik Dukungan dari PM Malaysia

    Sumber lainnya dari UMNO mengatakan, pihak partai ingin lebih dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan, termasuk jabatan krusial apa yang dapat dipegang dan siapa-siapa saja yang seharusnya ditunjuk untuk masuk ke kabinet.

    Senin kemarin, Anwar Ibrahim mengecam pemeriksaan polisi atas daftar nama anggota parlemen yang mendukung dirinya untuk menjadi perdana menteri. Menurut Anwar, pemeriksaan tersebut adalah upaya "jahat" untuk mendorong dirinya mengungkap identitas semua orang di daftar tersebut.

    Polisi telah memanggil Anwar untuk membantu penyelidikan daftar 121 nama anggota parlemen yang disebut-sebut mendukung upaya pengambilalihan kekuasaan dari PM Muhyiddin. Daftar nama itu telah beredar di media sosial Malaysia.

    Anwar, yang menghabiskan waktu selama dua jam bersama tim investigator pada Jumat kemarin, menegaskan bahwa hanya Raja Malaysia yang berhak mengetahui identitas dari 121 anggota parlemen itu.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id