Protokol Kesehatan Ketat Kunci UEA Kendalikan Covid-19

    Willy Haryono - 14 Desember 2020 11:15 WIB
    Protokol Kesehatan Ketat Kunci UEA Kendalikan Covid-19
    Dubes Indonesia untuk UEA Husin Bagis. (FMB9/Kominfo)



    Abu Dhabi: Pemerintah Uni Emirat Arab memberlakukan protokol kesehatan dan aturan yang sangat ketat dalam menangani pandemi virus korona (covid-19). Protokol ini diterapkan begitu ketat dan tidak pandang bulu, terhadap semua orang yang berada di seantero negeri.

    "Di UEA aturan sangat keras. Kalau tidak memakai masker bisa kena denda, mobil berisi empat orang kena denda, dan dendanya dimintai langsung di tempat," ujar Duta Besar Indonesia untuk UEA, Husin Bagis, dalam dialog virtual berjudul 'Pengalaman Vaksinasi COVID-19 di Uni Emirat Arab' pada Senin, 14 Desember 2020.






    "Mau warga lokal maupun asing, semua langsung kena denda. Dengan begini, UEA bisa mengendalikan penyebaran covid-19," sambungnya.

    Dubes Husin mengatakan bahwa dirinya mengalami langsung penerapan aturan ketat ini.

    Saat makan siang bersama Menteri BUMN Erick Thohir dan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Dubes Husin sempat meminta tambahan satu kursi di sebuah restoran. Permintaan tersebut ditolak dengan tegas. "Tambah satu kursi saja tidak boleh, restorannya bisa ditutup," tutur dia.

    Seluruh masjid dan acara pernikahan di UEA dilarang keras di masa-masa awal pandemi, meski sekarang sudah mulai dilonggarkan. Dalam menegakkan aturan ketat ini, Pemerintah UEA juga menggunakan berbagai teknologi canggih, termasuk gelang pemantau bagi mereka yang menjalani masa karantina.

    Gelang tersebut harus dipakai individu yang diduga terjangkit selama 14 hari, dan setiap pelanggaran seperti keluar dari zona karantina akan langsung diketahui petugas.

    "Begitu ketatnya aturan, namun warga begitu patuh. Sebagian besar warga tidak ada yang nekat melanggar," kata Dubes Husin.

    Protokol kesehatan ketat juga diterapkan di KBRI Abu Dhabi. Semua orang yang masuk KBRI harus menjalani pemeriksaan temperatur. Jika ada satu individu positif covid-19, baik itu staf maupun tamu, maka semua orang harus menjalani tes usap.

    "Kini kita memiliki monitor otomatis pengecek suhu. Selama ini kami sering melakukan swab tes, dan alhamdulillah hari ini semuanya baik-baik saja," pungkas Dubes Husin.

    Baca:  Jumlah Tes Covid-19 di UEA Lampaui Total Populasinya

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id