Tiongkok Dukung Tawaran Indonesia Diadakan KTT ASEAN Bahas Myanmar

    Fajar Nugraha - 02 April 2021 19:37 WIB
    Tiongkok Dukung Tawaran Indonesia Diadakan KTT ASEAN Bahas Myanmar
    Pertemuan bilateral Menlu Retno Marsudi dengan Menlu Tiongkok Wang Yi di Beijing, 2 April 2021. Foto: Kemenlu RI.



    Beijing: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melakukan pertemuan dengan State Councilor yang juga menjabat Menlu Tiongkok, Wang Yi di Beijing, 2 April. Dalam pertemuan empat mata, kedua menlu mengenai perkembangan situasi di Myanmar.

    Baik Indonesia dan Tiongkok memiliki kekhawatiran yang sama mencermati perkembangan situasi dan tidak ingin melihat rakyat Myanmar semakin menderita. Kedua negara juga memiliki pandangan yang sama mengenai pentingnya segera diakhiri penggunaan kekuatan dan kekerasan, serta pentingnya segera dilakukan dialog diantara mereka.






    “Tiongkok memberikan dukungan terhadap upaya dan tawaran ASEAN untuk membantu Myanmar, termasuk memberikan dukungan terhadap inisiatif Presiden Jokowi untuk diadakannya KTT ASEAN,” ujar Menlu Retno dalam keterangan pers secara virtual, Jumat 2 April 2021.

    “Sebagai informasi, dua hari yang lalu saya juga melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov. Kita juga membahas masalah Myanmar dan Rusia juga menyampaikan dukungannya terhadap ASEAN dan inisiatif Presiden Indonesia bagi penyelenggaraan KTT ASEAN,” imbunya.

    Baca: RI-Rusia Bahas Kerja Sama Vaksin Lewat Telepon.

    Selain isu Myanmar, situasi geopolitik lain yang dibahas dengan Menlu Wang Yi adalah kerja sama Indo-Pasifik. Isu ini bukan pertama kalinya dibahas oleh kedua negara.

    “Kita berdua beberapa kali membahas isu ini. Saya kembali tekankan prinsip-prinsip dari ASEAN Outlook on the Indo-Pacific,” sebut Menlu Retno.

    “Dua diantara beberapa prinsip yang menjadi karakter dari Outlook adalah inklusivitas, yang berarti ASEAN terbuka dengan semua mitra untuk mengimplementasikan kerja sama dalam konteks Outlook dan terus memajukan kerja sama karena kita yakin bahwa konfrontasi tidak akan membawa manfaat bagi siapapun,” tegasnya.

    Pemajuan kerja sama secara inklusif ini secara konsisten terus disampaikan Indonesia kepada semua negara mitra termasuk pada saat Menlu Retno melakukan kunjungan ke Jepang dan sekarang di Tiongkok.

    “Dengan kerja sama yang baik maka kita akan dapat menciptakan kawasan Indo-Pacific yang stabil, damai, dan sejahtera.  Kerja sama semakin penting untuk dimajukan di tengah situasi dunia yang penuh tantangan ini,” imbuh Menlu Retno.

    “Indonesia akan terus konsisten untuk memegang prinsip-prinsip ASEAN Outlook on the Indo-Pacific. Dengan memegang prinsip-prinsip ini, maka sentralitas ASEAN akan dapat terjaga dan implementasi kerja sama penting untuk diarahkan pada kerja sama ekonomi yang sifatnya konkret dan saling menguntungkan,” ujar mantan Dubes RI untuk Belanda itu.

    “Jadi sekali lagi, kita perlu terus memberikan energi positif dan mengedepankan kerja sama dalam pengembangan kerja sama Indo-Pasifik,” pungkas menlu perempuan pertama Indonesia ini.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id