comscore

Diplomat Peduli Diluncurkan untuk Bantu Masyarakat di Tengah Pandemi

Marcheilla Ariesta - 20 Agustus 2021 05:02 WIB
Diplomat Peduli Diluncurkan untuk Bantu Masyarakat di Tengah Pandemi
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Foto. Biro Pers Setpres
Jakarta: Kementerian Luar Negeri luncurkan program 'Diplomat Peduli' untuk memperingati ulang tahun ke-76. Program tersebut merefleksikan kepedulian sosial para diplomat Indonesia untuk meringankan beban orang-orang yang terdampak pandemi covid-19.

Untuk tahap pertama, telah didistribusikan 3.000 paket sembako, masker, dan vitamin kepada masyarakat yang memerlukan di wilayah Jakarta. Kegiatan 'Diplomat Peduli' ini bukan untuk pertama kalinya dilakukan selama pandemi.
"Untuk kesekian kalinya, pada hari ini Kemenlu dan para diplomat Indonesia kembali peduli, kembali berbagi. 'Diplomat Peduli' inilah yang harus terus kita tanamkan dan patrikan," kata Menlu Retno Marsudi dalam pernyataan Kemenlu, Kamis, 19 Agustus 2021.

Selain itu, bersama dengan Jakarta Ambassadors' Golf Association, Kemenlu juga telah membangun "Jembatan Diplomasi", yang terletak di Desa Panjaratan, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Jembatan lama telah rusak akibat bencana banjir dan longsor yang terjadi pada Januari 2021.

Menlu menyampaikan penghargaan atas solidaritas yang ditunjukkan oleh para diplomat Indonesia, baik yang sedang bekerja dari tanah air, maupun yang sedang bertugas di seluruh penjuru dunia.

Dalam sambutannya, Menlu menggarisbawahi pentingnya adapt and adjust pelaksanaan diplomasi Indonesia sehingga kerja diplomasi relevan dengan tuntutan kepentingan nasional dan dirasakan manfaatnya bagi rakyat Indonesia.

Ia menambahkan, diplomasi Indonesia juga terus bergerak untuk menciptakan stabilitas, perdamaian dan kesejahteraan dunia.

"Sudah tidak saatnya para diplomat Indonesia bekerja business as usual. Kerja diplomat harus merupakan bagian dari solusi, baik solusi untuk tantangan yang dihadapi Indonesia maupun solusi untuk menghadapi tantangan dunia," kata Menlu.

Sementara itu, kata Retno, tantangan utama saat ini adalah pandemi covid-19. Diplomasi Indonesia, imbuhnya, bekerja untuk mengamankan pasokan vaksin bagi masyarakat Indonesia dan menjaga keseteraan vaksin bagi semua negara.

Retno juga menyoroti keketuaan Indonesia di G20 tahun 2022 dan keketuaan Indonesia di ASEAN tahun 2023.

"Semua upaya kita harus kita padukan agar Kemlu dapat berkontribusi secara maksimum dalam mensukseskan presidensi Indonesia di G20 dan Keketuaan Indonesia di ASEAN pada 2023," kata Menlu.

"Sebagai salah satu negara pendiri ASEAN, Indonesia memiliki tanggung jawab untuk menjadikan ASEAN benar-benar Asosiasi yang people-oriented, tetap relevan, menjadikan ASEAN sebagai motor bagi perdamaian, stabilitas dan kesejahteraan Kawasan, dan menjadikan ASEAN terus menjalankan rule of law, good governance, prinsips demokrasi dan constitutional government," imbuhnya.

Retno menekankan pentingnya sikap positif dalam bekerja. "Semua tugas diplomasi dan politik luar negeri akan dapat dijalankan secara optimal apabila kita solid, bersatu, dan terus menggunakan energi positif. Insyaallah kita akan dapat berkontribusi untuk menciptakan Indonesia yang tangguh dan terus tumbuh," ujarnya.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id