comscore

Gunung Bulusan Tiba-tiba Muntahkan Abu, Warga Filipina Khawatir

Marcheilla Ariesta - 06 Juni 2022 07:31 WIB
Gunung Bulusan Tiba-tiba Muntahkan Abu, Warga Filipina Khawatir
Gunung Bulusan di Filipina memuntahkan abu vulkanik pada Minggu, 5 Juni kemarin./AFP
Manila: Sebuah gunung berapi di ibukota Filipina memuntahkan abu dan uap sekitar satu kilometer ke langit pada Minggu, 5 Juni. Letusan ini menyebarkan abu di desa-desa terdekat dan mengkhawatirkan penduduk.

Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina menaikkan tingkat siaga di Gunung Bulusan di provinsi Sorsogon setelah ledakan 17 menit itu. Mereka menambahkan, tidak ada tanda-tanda letusan besar yang akan datang.
"Tidak ada laporan cedera," kata para pejabat., dilansir dari 9News, Senin, 6 Juni 2022

Ada 14 orang dengan empat pemandu sedang mendaki di jalan setapak di gunung berapi setinggi 1.565 meter ketika meletus, tetapi semua orang mencapai kota terdekat dengan selamat," kata mereka.

Penduduk desa, Rica Tomale sedang menjemur pakaiannya ketika hujan abu mengguyur kota pesisir Juban dekat Bulusan, menyelimuti langit dalam kegelapan. "Dua sepeda motor tergelincir di jalan yang tertutup abu tetapi pengemudi tidak terluka," katanya.

Baca juga: Gunung Berapi Bulusan di Filipina Semburkan Abu Vulkanik, Warga Dievakuasi

"Saya ketakutan dan berlari kembali ke rumah, di mana kami buru-buru mengenakan masker," ucap Tomale.

Ia menambahkan, sangat terkejut dengan hujan abu karena dia tidak mendengar letusan gunung berapi.

Salah satu gunung berapi paling aktif di negara itu, Bulusan telah menunjukkan tanda-tanda akan meletus dengan abu-abu dan ledakan uap dalam beberapa tahun terakhir.

"Saat ini dalam kondisi tidak normal," kata lembaga vulkanologi pemerintah. Mereka meminta orang-orang untuk menjauh dari zona bahaya permanen 4 kilometer di sekitar gunung berapi.

Hujan abu melanda setidaknya tujuh desa di dan dekat Juban di kaki Bulusan.  Warga diminta untuk tinggal di dalam rumah dan memakai masker, sedangkan pengendara diimbau untuk berhati-hati dalam berkendara.

Para pejabat mengatakan, mereka sedang menilai apakah akan mengevakuasi penduduk, terutama wanita hamil, orang tua dan anak-anak. Di luar zona bahaya permanen, lembaga itu memperingatkan orang-orang, termasuk mereka yang tinggal di sisi tenggara gunung berapi, untuk tetap waspada.

Pasalnya, meningkatnya kemungkinan letusan terjadi tiba-tiba dan semburan lumpur di tengah musim hujan. Pesawat diimbau tidak terbang dekat dengan gunung berapi, yang berjarak sekitar 600 kilometer tenggara Manila.

Kepulauan Filipina, yang memiliki sekitar dua lusin gunung berapi aktif, terletak di 'Cincin Api' Samudra Pasifik, tempat aktivitas gunung berapi dan gempa bumi biasa terjadi.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id