comscore

Omicron Masih Mengancam, Filipina Buka Pariwisata untuk Turis Tervaksinasi

Marcheilla Ariesta - 28 Januari 2022 17:04 WIB
Omicron Masih Mengancam, Filipina Buka Pariwisata untuk Turis Tervaksinasi
Pantai di Filipina dikenal dengan lokasi diving dan pemandangan indah. Foto: AFP
Manila: Filipina akan kembali membuka pariwisatanya untuk turis yang sudah divaksinasi penuh, dan mencabut persyaratan karantina. Kebijakan ini akan berlaku pada 10 Februari mendatang.

Operator pariwisata di seluruh negara kepulauan yang terkenal dengan pantai dan tempat menyelamnya itu, telah hancur oleh penurunan pengunjung internasional dan pembatasan perjalanan domestik. Filipina hampir dua tahun menutup perbatasan mereka untuk menahan covid-19.
Tak hanya itu, pariwisata semakin hancur kala topen super menerjang negara itu pada Desember lalu. Resor, restoran dan bar di lokasi tujuan wisata populer hancur.

"Industri pariwisata sekarang dapat pulih dan dapat memberikan kontribusi besar untuk pekerjaan, mata pencaharian dan pertumbuhan ekonomi negara," kata Juru Bicara Kepresidenan Karlo Nograles, dilansir dari Channel News Asia, Jumat, 28 Januari 2022.

Rencana sebelumnya untuk menyambut kembali turis mulai 1 Desember ditangguhkan setelah munculnya varian Omicron yang sangat menular yang sejak itu melanda Filipina.

Pengumuman kali ini memungkinkan dimulainya kembali perjalanan bebas visa untuk kunjungan singkat oleh warga negara dari 157 negara yang telah menikmati masuk bebas izin ke Filipina sebelum pandemi dimulai.

Wisatawan yang divaksinasi penuh dari negara-negara dalam daftar perlu dites negatif untuk covid-19 sesaat sebelum terbang ke Filipina. Mereka tidak perlu dikarantina pada saat kedatangan.

Namun, daftar yang boleh masuk ke negara itu tidak termasuk Tiongkok, Taiwan dan India. Meski demikian, Amerika Serikat (AS), Korea Selatan, Jepang, Australia, Kanada dan Inggris masuk ke dalamnya.

"Orang asing yang tidak divaksinasi akan dilarang masuk mulai 16 Februari," kata Nograles.

Pariwisata adalah pendorong utama ekonomi negara Asia Tenggara itu, menyumbang hampir 13 persen dari produk domestik bruto pada 2019, ketika lebih dari 8 juta orang berkunjung. Angkanya merosot menjadi 5,4 persen pada 2020 karena kedatangan turis anjlok 82 persen menjadi 1,48 juta.

Pemerintah memperketat pembatasan di seluruh wilayah ibu kota nasional dan provinsi lain dalam beberapa pekan terakhir ketika Omicron memicu rekor lonjakan infeksi.

Sekitar setengah dari 110 juta penduduk negara itu telah divaksinasi lengkap. Filipina telah mencatat lebih dari 3,4 juta infeksi sejak awal pandemi, termasuk lebih dari 53.000 kematian.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id