comscore

Presiden Fillipina Tarik Diri dari Pencalonan Anggota Senat

Fajar Nugraha - 15 Desember 2021 09:04 WIB
Presiden Fillipina Tarik Diri dari Pencalonan Anggota Senat
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Foto: AFP
Manila: Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada Selasa 14 Desember 2021 menarik diri dari pencalonannya untuk menjadi senator, pada hari yang sama pengganti pilihannya mundur dari pemilihan presiden. Kondisi menambah ketidakpastian tentang masa depan politik pemimpin lincah dan ruang lingkup pengaruhnya.

Presiden mengajukan surat pengunduran diri di komisi pemilihan beberapa jam setelah ajudan lama, Senator Christopher "Bong Go" melakukan hal yang sama. Hal itu menjadi sebuah keputusan yang menurut juru bicara Duterte adalah untuk memungkinkan dia melayani negara dengan lebih baik.
Konstitusi melarang Duterte, 76, mencalonkan diri kembali sebagai presiden, tetapi dia diizinkan mencalonkan diri untuk posisi lain dalam pemilihan nasional pada Mei 2022.

Dia telah merencanakan untuk mengejar wakil presiden, tetapi memilih untuk mencari kursi di senat yang kuat.

Penarikan itu adalah putaran terbaru dalam perlombaan pemilihan Filipina yang penuh dengan perubahan dan kejutan di menit-menit terakhir yang telah membingungkan para pakar politik.

Sementara Go tak menunjukkan hasil baik dalam jajak pendapat dan tidak jelas siapa yang akan mendapat dukungan dari Duterte, yang secara konsisten mempertahankan peringkat persetujuan tinggi sejak ia memenangkan pemilihan 2016 sebagai orang luar yang berjanji untuk memerangi kejahatan dan narkoba.

"Idenya mungkin kesinambungan tapi bagaimana bisa ada kesinambungan jika tidak ada calon presiden untuk pemerintahan?" kata analis politik Edmund Tayao, seperti dikutip dari the Star, Rabu 15 Desember 2021.

Putri presiden, Sara Duterte-Carpio, diperkirakan akan menggantikannya, tetapi dia memilih untuk mencalonkan diri sebagai wakil presiden bersama putra mendiang diktator, Ferdinand Marcos, yang telah muncul sebagai calon terdepan.

Pada Selasa, dia mengatakan dia mendukung keputusan ayahnya.

Banyak yang dipertaruhkan bagi Duterte, yang telah membuat musuh sebanyak sekutunya selama kepresidenan yang penuh dengan skandal pemerintah dan menjadi terkenal secara global dengan jumlah korban tewas yang mengejutkan dari perang berdarahnya melawan narkoba.

"Momentum telah benar-benar bergeser melawan (pemerintah) selama beberapa bulan terakhir," kata Richard Heydarian, seorang penulis, kolumnis dan akademisi yang berspesialisasi dalam politik.

"Presiden sedang berjuang untuk menemukan pijakan dalam perlombaan 2022,” imbuh Heydarian.

Victor Manhit, seorang analis dari think tank Stratbase, mengatakan penarikan Duterte kemungkinan bertujuan untuk mentransfer basis dukungannya kepada putrinya dan Marcos, untuk "mengkonsolidasikan kekuatan mereka untuk mengamankan kemenangan".


(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id