Longsor Landa Nepal, 11 Orang Tewas Puluhan Hilang

    Willy Haryono - 14 September 2020 15:17 WIB
    Longsor Landa Nepal, 11 Orang Tewas Puluhan Hilang
    Longsor melanda Barhabise, Sindhupalchowk, Nepal, Minggu 13 September 2020. (Foto: Nepal Red Cross Society)
    Sindhupalchowk: Tanah longsor yang dipicu hujan deras telah menewaskan sedikitnya 11 orang di Nepal. Longsor di wilayah Barhabise itu juga telah membuat puluhan warga dinyatakan hilang.

    Komunitas Palang Merah Nepal mengaku telah mengevakuasi tujuh jasad perempuan dan empat pria dari lokasi tanah longsor di Barhabise, Sindhupalchowk, sepanjang Minggu malam.

    Menurut data Palang Merah Nepal, sedikitnya 28 orang -- termasuk enam anak-anak -- masih dinyatakan hilang di lokasi longsor. Musibah kali ini menghancurkan sedikitnya 65 rumah dan merusak 150 bangunan lainnya.

    Shreedhar Neupane, juru bicara ketua Dewan Perwakilan Rakyat Nepal Agni Prasad Sapkota, mengatakan bahwa misi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung sepanjang siang dan malam.

    "Petugas penyelamat bekerja keras, tapi menyelamatkan orang hilang dalam kondisi hidup sepertinya mustahil," kata Neupane, dikutip dari laman UPI, Senin 14 September 2020.

    Jajaran militer, polisi militer, dan warga setempat ikut serta dalam pencarian di lokasi longsor.

    Sindhupalchowk merupakan wilayah terparah dilanda gempa bumi di Nepal pada 2015 yang menewaskan hampir 9.000 orang.

    Bulan lalu, longsor di Nepal bagian pusat menewaskan sedikitnya 18 orang. Longsor yang terjadi pada pagi hari itu merusak 37 dari sekitar 137 rumah di desa Lidi. Dari 18 korban tewas, 11 di antaranya adalah anak-anak.

    Saat ini terdapat 327 permukiman warga di seantero Nepal yang membutuhkan perlindungan dari risiko tanah longsor.
     
    Setelah melakukan studi geografi, otoritas Nepal membagi permukiman warga di zona bencana dalam tiga kategori: aman, membutuhkan perlindungan, dan relokasi.
     
    "Jika langkah-langkah pencegahan sudah dilakukan untuk melindungi desa tersebut, seharusnya tragedi ini dapat dihindari," sebut Gopal Prasad Aryal, juru bicara Otoritas Rekonstruksi Nasional Nepal.

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id