Indonesia Dapat Jatah Vaksin Covid-19 Hingga 20 Persen dari Populasi

    Marcheilla Ariesta - 17 September 2020 16:39 WIB
    Indonesia Dapat Jatah Vaksin Covid-19 Hingga 20 Persen dari Populasi
    Menlu Retno Marsudi memastikan RI akan mendapat jatah vaksin covid-19 hingga 20 persen populasi. Foto: Dok.Kemenlu RI
    Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memastikan RI akan mendapat jatah vaksin virus korona (covid-19) hingga 20 persen dari seluruh populasi. Retno mengatakan pihaknya masih terus mengupayakan kesetaraan dan harga vaksin terjangkau.

    "Dapat saya sampaikan bahwa sebagai hasil dari komunikasi intensif kita, baik yang dilakukan oleh tim Jakarta, maupun tim PTRI Jenewa dan KBRI Oslo, Indonesia telah masuk dalam kategori Advance Market Commitment (AMC) dari Gavi Covax Facility, yang berarti Indonesia akan memperoleh akses vaksin sebesar 20 persen dari populasi kita," ujar Menlu Retno dalam jumpa pers virtual, Kamis, 17 September 2020.

    Menlu Retno mengatakan, Indonesia juga akan memperoleh keringanan finansial melalui mekanisme Official Development Assistance (ODA) dan co-financing.

    "Dengan mekanisme pendanaan ini, tentunya akan berpengaruh pada harga. Dan diharapkan harga vaksin melalui track multilateral ini akan lebih murah dibanding mekanisme lainnya," tutur dia.

    Retno memperkirakan vaksin jalur kerja sama multilateral ini baru akan tersedia pada 2021.

    Ia menuturkan, dalam konteks kerja sama multilateral, Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) telah memulai kegiatan uji kelayakan dengan Biofarma. Kerja sama ini sudah dimulai pada 15 September lalu.

    Uji kelayakan ini mengkaji kapasitas dan kapabilitas Biofarma sebagai bagian dari proses kemungkinan kerja sama manufaktur vaksin global yang akan dilakukan antara CEPI dengan Biofarma.

    Retno mengatakan, di dalam uji kelayakan, CEPI melakukan assessment atas kapasitas manufaktur vaksin covid-19, Sistem Kualitas Manajemen (QMS), kemudian sistem analisa laboratorium hingga sistem IT Biofarma. Ia berharap hasil uji kelayakan akan diterima pada akhir September atau awal Oktober 2020.

    Selain itu, Indonesia juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Kesehatan dengan UNICEF Indonesia mengenai pengadaan dan mekanisme delivery vaksin dari GAVI Covax Facility. Penandatanganan tersebut dilakukan pada 16 September kemarin.

    "MoU ini sangat penting artinya sebagai infrastruktur yang diperlukan untuk persiapan proses pengadaan dan mekanisme delivery vaksin, sekali lagi, melalui jalur kerja sama multilateral," imbuhnya.

    Ia berharap dengan MoU tersebut, saat vaksin sudah tersedia, tidak akan terjadi penundaan dalam hal pengiriman ke masyarakat.

    Dikuasai negara kaya

    Oxfam memaparkan negara-negara kaya telah memborong lebih dari setengah stok vaksin covid-19 yang potensial.
     
    Baca: Negara Kaya Sudah Borong Vaksin Covid-19 Potensial.

    Lebih lanjut Oxfam menyebutkan bahwa sekitar 51 persen dari suntikan itu telah diambil oleh mereka yang memiliki uang termasuk, Amerika Serikat, Inggris, Uni Eropa, Australia, Hong Kong dan Makau, Jepang, Swiss, dan Israel.

    Sisanya 2,6 miliar telah dibeli atau dijanjikan kepada negara-negara berkembang termasuk India, Bangladesh, Tiongkok, Brasil, Indonesia dan Meksiko.

    Presiden AS Donald Trump berjanji untuk mulai menyuntik rakyat Amerika dalam beberapa minggu dengan vaksin. Bahkan Trump menyebutkan bisa mendistribusi 100 juta dosis vaksin pada Desember.

    Perusahaan farmasi besar berlomba untuk menghasilkan suntikan yang efektif untuk melawan virus yang kini telah menewaskan lebih dari 935.000 orang di seluruh dunia dan menginfeksi hampir 30 juta orang.

    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id