Satu Lagi Pejabat Partai Suu Kyi Meninggal di Tahanan Militer Myanmar

    Yogi Bayu Aji - 10 Maret 2021 05:16 WIB
    Satu Lagi Pejabat Partai Suu Kyi Meninggal di Tahanan Militer Myanmar
    Pejabat Partai NLD yang dipimpin Aung San Suu Kyi dilaporkan meninggal. Foto: AFP



    Yangon: Seorang pejabat partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang dipimpin Aung San Suu Kyi, dikabarkan meninggal dalam tahanan militer Myanmar. Ini adalah pejabat partai kedua yang dilaporkan meninggal sejak ditahan usai kudeta militer.

    Ba Myo Thein, seorang anggota parlemen dari majelis tinggi yang dibubarkan, mengatakan bahwa pejabat partai, Zaw Myat Linn, ditangkap sekitar pukul 1.30 pagi pada 9 Maret. Dia adalah pejabat kedua dari NLD yang meninggal dalam tahanan.






    Baca: Pejabat Partai Suu Kyi Meninggal di Tahanan Militer Myanmar.

    "Sekarang, pihak kerabat sedang berusaha mengambil jenazahnya di Rumah Sakit Militer," katanya, seperti dikutip Channel News Asia, Rabu 10 Maret 2021.

    Sebelumnya seorang pejabat dari partai NLD lainnya meninggal di tahanan militer usai dirinya ditangkap dalam operasi pasukan keamanan di Yangon. Jenazah U Khin Maung Latt telah diserahkan ke keluarganya pada Minggu, 7 Maret, di tengah laporan dirinya meninggal usai pingsan.
     
    Beberapa foto memperlihatkan pakaian dengan noda darah di sekitar bagian kepala U Khin Maung, pria 58 tahun. Dikutip dari laman BBC, sejumlah aktivis mengatakan korban dipukuli polisi dan prajurit Myanmar selama berada di tahanan.

    Di tengah kabar kematian petinggi NLD, rakyat Myanmar masih terus turun ke jalan melakukan protes. Protes sporadis antijunta pada hari Selasa dengan cepat dipadamkan oleh pasukan keamanan Myanmar, setelah ratusan aktivis muda yang terjebak semalam di lingkungan Yangon dapat keluar.

    Kekuatan Barat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah meminta penguasa militer Myanmar untuk mengizinkan anak-anak muda itu pergi setelah khawatir akan keselamatan mereka saat pasukan masuk.

    Pengambilalihan tentara dan penangkapan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi pada 1 Februari telah membuat negara Asia Tenggara itu hampir macet. Protes harian sedang dipentaskan di seluruh negeri, dan pasukan keamanan menindak dengan keras.

    Lebih dari 60 pengunjuk rasa telah tewas dan lebih dari 1.800 ditahan, kata sebuah kelompok advokasi.

    Protes yang tersebar diadakan di Yangon dan kota-kota lain di seluruh Myanmar pada Selasa tetapi dengan cepat dibubarkan oleh pasukan keamanan menggunakan gas air mata dan granat kejut. Sedikitnya dua orang terluka, satu oleh tembakan, di kota Mohnyin di utara, kata media setempat.

    Sementara ribuan orang menentang jam malam pada Senin untuk turun ke jalan-jalan di Yangon untuk mendukung para pemuda di distrik Sanchaung, tempat mereka mengadakan protes harian menentang kudeta.

    Polisi yang menembakkan senjata dan menggunakan granat kejut mengumumkan pada Senin bahwa mereka akan memeriksa rumah untuk siapa saja dari luar distrik dan mengatakan mereka akan menghukum siapa pun yang tertangkap menyembunyikannya.

    Saat malam tiba, pasukan keamanan telah menutup blok jalan di Yangon dengan sekitar 200 pengunjuk rasa masih di dalam. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres telah menyerukan "pengekangan maksimum" dan pembebasan aman semua pengunjuk rasa tanpa kekerasan atau penangkapan.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id