Raja Malaysia Dorong Parlemen Sepakati Anggaran Belanja 2021

    Willy Haryono - 28 Oktober 2020 14:33 WIB
    Raja Malaysia Dorong Parlemen Sepakati Anggaran Belanja 2021
    Raja Malaysia Sultan Abdullah Ahmad Shah. (AFP)
    Kuala Lumpur: Raja Malaysia Sultan Abdullah Ahmad Shah menyampaikan kembali seruannya kepada semua anggota parlemen untuk "memberikan dukungan penuh" terhadap anggaran belanja negara untuk 2021. Rencananya, anggaran belanja negara Malaysia untuk tahun depan akan ditetapkan pada 6 November mendatang.

    Istana Malaysia mengatakan, seruan disampaikan raja yang baru saja bertemu Perdana Menteri Muhyiddin Yassin pada Rabu pagi.

    "Sultan Abdullah menyerukan semua anggota parlemen untuk menghormati seruan menghentikan pertikaian politik dan memprioritaskan kesejahteraan publik dan kemakmuran nasional demi memastikan Anggaran 2021 ditetapkan tanpa gangguan," kata Ahmad Fadil Shamsuddin, salah satu petinggi di Istana Malaysia.

    Pada Minggu 25 Oktober, Raja Malaysia menolak permohohan PM Muhyiddin yang ingin menerapkan status darurat di seantero negeri terkait pandemi virus korona (covid-19). Sejumlah pihak menilai proposal PM Muhyiddin hanya upaya mempertahankan kekuasaan di tengah penentangan oposisi yang dipimpin Anwar Ibrahim.

    Baca:  Anwar Ibrahim Serukan Penyusunan Anggaran Malaysia 2021

    Meski menolak proposal status darurat, Raja Malaysia menilai pemerintahan PM Muhyiddin telah menangani pandemi covid-19 dengan baik. "Sultan Abdullah juga mengekspresikan keyakinan penuh terhadap kemampuan Tan Sri Muhyiddin dalam memimpin negara yang sedang diuji berbagai krisis," sebut Ahmad, dilansir dari laman The Straits Times pada Rabu, 28 Oktober 2020.

    Seruan Raja Malaysia disampaikan hanya dua hari usai partai UMNO, mitra terbesar PM Muhyiddin, menggelar rangkaian pertemuan untuk memutuskan apakah akan tetap mendukung pemerintahan saat ini atau tidak.

    Aliansi Perikatan Nasional (PN) di bawah PM Muhyiddin hanya memiliki mayoritas tipis, yakni 113 dari total 222 anggota parlemen. Dari 113 tersebut, 39 di antaranya berasal dari UMNO.

    Jika UMNO menarik dukungannya, maka PN dipastikan runtuh dan mayoritas parlemen dapat mengusulkan PM baru. Namun melalui pernyataan Presiden UMNO Ahmad Zahid Hamidi, disebutkan bahwa partai tersebut tidak akan bekerja sama dengan Parti Keadilan Rakyat (PKR) dan Partai Aksi Demokratik (DAP).
     
    "Anggota parlemen UMNO akan terus mendukung pemerintah Perikatan Nasional PN," kata Zahid dalam keterangannya.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id