Tiga Demonstran Tewas dalam Aksi Protes Terbaru di Myanmar

    Marcheilla Ariesta - 28 Februari 2021 14:54 WIB
    Tiga Demonstran Tewas dalam Aksi Protes Terbaru di Myanmar
    Demonstran membuat barikade dan perisai saat berhadapan dengan aparat keamanan di kota Yangon, Myanmar pada Minggu, 28 Februari 2021. (Sai Aung Main/AFP)



    Yangon: Pasukan keamanan Myanmar membubarkan unjuk rasa anti-kudeta di sejumlah kota dengan kekerasan pada Minggu, 28 Februari 2021. Sebanyak tiga orang pengunjuk rasa dilaporkan tewas dalam aksi represif tersebut.

    Junta militer Myanmar telah meningkatkan penggunaan kekuatannya dalam melawan demonstrasi besar-besaran yang menuntut dilepaskannya kekuasaan dan pembebasan pemimpin de facto Aung San Suu Kyi.






    Polisi dan tentara menembakkan peluru karet, gas air mata, dan meriam air pada demonstrasi dalam beberapa pekan terakhir sebagai upaya menghentikan demo pembangkangan sipil.

    Sejumlah besar orang kembali berkumpul melakukan demo anti kudeta.

    Sebanyak tiga pria tewas dan sedikitnya 20 lainnya terluka ketika pasukan keamanan bergerak dalam unjuk rasa di Dawei, menurut seorang relawan medis dan laporan media lokal.

    Pyae Zaw Hein, seorang petugas penyelamat, mengatakan bahwa ketiganya telah "ditembak mati dengan peluru tajam". Sementara yang terluka akibat terkena peluru karet.

    “Mungkin ada lebih banyak korban juga karena lebih banyak orang yang terluka terus berdatangan,” tambahnya, dilansir dari France24.

    Baca:  'Dipecat' Junta Militer, Dubes Myanmar akan Lanjutkan Perlawanan

    Petugas di Yangon mulai membubarkan satu kerumunan di pusat kota beberapa menit sebelum dimulainya protes hari itu. Namun belum jelas apakah mereka menggunakan peluru tajam.

    "Polisi mulai menembak saat kami tiba," kata Amy Kyaw, seorang guru sekolah dasar berusia 29 tahun di Yangon.

    "Mereka tidak mengucapkan sepatah kata pun peringatan.  Beberapa terluka dan beberapa guru masih bersembunyi di rumah tetangga,” imbuh dia.

    Siaran langsung di media sosial menunjukkan pasukan keamanan menggunakan gas air mata untuk membubarkan kerumunan orang di Yangon. Mereka juga menggunakan meriam air untuk cegah kerumunan demo di Mandalay.

    Sebelumnta, satu demonstran perempuan juga dikabarkan terkena tembakan petugas di kota Monywa dalam aksi protes pada Sabtu kemarin. Namun kepastian mengenai kondisinya belum diketahui.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id