Mantan PM Malaysia Diputus Bersalah Lakukan Korupsi 1MDB

    Fajar Nugraha - 28 Juli 2020 11:43 WIB
    Mantan PM Malaysia Diputus Bersalah Lakukan Korupsi 1MDB
    Mantan PM Malaysia Najib Razak tiba di ruang pengadilan. Foto: AFP
    Kuala Lumpur: Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dinyatakan bersalah dalam kasus korupsi melibatkan 1 Malaysia Development Berhad (1MDB). Putusan dikeluarkan oleh Pengadilan Tinggi Malaysia, Selasa 28 Juli 2020.

    “Pengadilan Tinggi menyatakan mantan Perdana Menteri Najib Razak bersalah atas tujuh dakwaan korupsi melibatkan 1MDB,” laporan The Star, Selasa 28 Juli 2020.

    “Najib sebelumnya didakwa dengan satu tuduhan penyalahgunaan kekuasaan, tiga dakwaan pelanggaran pidana (CBT), dan tiga tuduhan pencucian uang,” imbuh laporan tersebut.

    Semua tuduhan mencakup dana 42 juta Ringgit Malaysia atau sekitar Rp143,8 miliar yang disalahgunakan dari SRC International Sdn Bhd, yang merupakan anak perusahaan 1MDB.

    Dia dihadapkan pada hukuman penjara hingga 20 tahun dan denda karena penyalahgunaan kekuasaan. Kemudian ancaman penjara hingga 20 tahun penjara, cambuk dan denda karena tiga tuduhan CBT dan hukuman hingga 15 tahun penjara dan denda atas tuduhan pencucian uang.

    Saat pembacaan dakwaan yang dilakukan oleh Hakim Mohd Nazlan Najib tampak tenang. Pengacara utamanya, Shafee Abdullah, mengatakan pembacaan putusan dan mitigasi harus ditunda hingga Senin 3 Agustus.

    "Seperti yang kita ketahui, seluruh negeri dalam kondisi lockdown. Klien saya tidak ke mana-mana,” ucap Shafee.

    Hakim Nazlan mengatakan, Najib dipercayakan dengan properti dan dengan niat tidak jujur telah menyelewengkan dan menggunakan dana 42 juta ringgit Malaysia untuk kepentingan dirinya sendiri. Pengacara juga gagal memberikan pembelaan atas  tiga tuduhan pencucian uang.

    “Karena itu saya menganggap terdakwa bersalah dan menghukum terdakwa atas ketujuh tuduhan itu,” tegas Hakim Nazlan.

    Meskipun dianggap terkait 1MDB, Najib Razak tetap menjadi figur berpengaruh di partai United Malays National Organisation (UMNO), yang kalah dalam pemilihan umum 2018 atas skandal 1MDB.
     
    Namun UMNO sekali lagi menjadi partai terbesar dalam koalisi berkuasa usai Muhyiddin Yassin menjadi PM Malaysia pada Maret lalu.

    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id