Pejabat Partai Suu Kyi Meninggal di Tahanan Militer Myanmar

    Willy Haryono - 08 Maret 2021 06:51 WIB
    Pejabat Partai Suu Kyi Meninggal di Tahanan Militer Myanmar
    Demonstran membawa poster wajah Aung San Suu Kyi dalam demonstrasi di Yangon pada Minggu, 7 Maret 2021. (STR/AFP)



    Yangon: Seorang pejabat dari partai milik pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi meninggal di tahanan militer usai dirinya ditangkap dalam operasi pasukan keamanan di Yangon. Jenazah U Khin Maung Latt telah diserahkan ke keluarganya pada Minggu, 7 Maret, di tengah laporan dirinya meninggal usai pingsan.

    Beberapa foto memperlihatkan pakaian dengan noda darah di sekitar bagian kepala U Khin Maung, pria 58 tahun.






    Dikutip dari laman BBC, sejumlah aktivis mengatakan korban dipukuli polisi dan prajurit Myanmar selama berada di tahanan.

    Baca:  Polisi Myanmar Tangkap Sejumlah Orang dalam Operasi Dini Hari

    Aksi protes terus terjadi di Myanmar meski pasukan keamanan menggunakan aksi kekerasan terhadap demonstran. Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut lebih dari 50 demostran tewas sejak militer Myanmar menahan Suu Kyi dalam kudeta pada 1 Februari lalu.

    Dari 50 lebih kematian, salah satunya adalah perempuan 19 tahun bernama Kyal Sin. Militer Myanmar mengatakan ia tidak dibunuh polisi karena luka tembakannya ada di bagian tubuh belakang.

    Namun beberapa foto dari lokasi unjuk rasa memperlihatkan Kyal Sin memang membelakangi polisi.

    Sementara itu, militer Myanmar telah meminta India untuk memulangkan sejumlah polisi yang telah melarikan diri.

    Otoritas India sebelumnya mengonfirmasi bahwa sejumlah polisi Myanmar beserta keluarga mereka masing-masing telah menyeberangi perbatasan dalam beberapa hari terakhir.
     
    Dalam sebuah surat, militer Myanmar atau Tatmadaw meminta India memulangkan para polisi "demi mempertahankan hubungan persahabatan" antar kedua negara.

    Wakil Komisaris Maria CT Zuali, pejabat senior India di distrik Champhai, Mizoram, mengaku telah menerima surat dari otoritas Myanmar yang berisi permohonan memulangkan sejumlah polisi.

    Zuali belum membalas surat tersebut, dan masih menanti instruksi lebih lanjut dari Kementerian Dalam Negeri India.


    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id