WNI di Singapura Curi Uang Majikan, Dipenjara 4 Minggu

    Fajar Nugraha - 11 September 2020 13:58 WIB
    WNI di Singapura Curi Uang Majikan, Dipenjara 4 Minggu
    Ilustrasi oleh Medcom.id.
    Singapura: Seorang pekerja rumah tangga asal Indonesia dituduh mencuri dari keluarga majikannya selama beberapa bulan. Dia diduga melanggar aturan ‘pemutus sirkulasi’ selama pandemi terjadi di Singapura.

    Ketika dimintai keterangan atas tuduhan itu, Rina Tilaar menangis dan mengatakan tidak melakukan beberapa hal yang diarahkan kepadanya. Perempuan berusia 46 tahun itu mengklaim bahwa majikannya memperlakukannya 'seperti binatang'.

    Dia dijatuhi hukuman empat minggu penjara setelah mencabut klaim diperlakukan kasar, yang memenuhi syarat pengakuan bersalahnya. Istilah itu sudah diutarakan sejak 28 Agustus, ketika dia ditahan.

    Rina mengaku bersalah atas dua dakwaan pencurian sebagai pelayan dan satu dakwaan pencurian. Sementara tuduhan keempat tengah dipertimbangkan.

    Pengadilan mendapatkan keterangan bahwa Rina mulai bekerja untuk majikannya yang berusia 39 tahun dan keluarganya pada akhir Januari tahun ini. Saat mulai bekerja, dia menandatangani formulir pernyataan yang menyatakan bahwa dia memiliki uang tunai sebesar 17,70 dolar Singapura atau sekitar Rp186 ribu dan Rp200.

    “Gaji bulanannya disetorkan oleh majikannya langsung ke rekening banknya di Indonesia,” kata Pejabat Kejaksaan Negeri Nasri Haron, seperti dikutip Channel News Asia, Jumat 11 September 2020.

    Antara Februari dan Mei, Rina dituduh mencuri uang tunai dan barang-barang dari keluarga majikannya. Ibu majikannya memperhatikan bahwa uang tunai dalam berbagai jumlah telah hilang dari dompetnya di kamar tidurnya, sementara kantong koin Braun Buffel senilai 150 dolar Singapura atau sekitar Rp1,6 juta juga hilang.

    Pada Maret, istri majikannya meletakkan dompet kartu dengan uang tunai  52 dolar Singapura dan kartu EZ-Link di atas meja di ruang tamu, dan barang-barangnya kemudian hilang. Sang istri juga mengatakan uang tunai sebesar 200 dolar Singapura atau Rp2,1 juta hilang dari dompetnya di kamar tidurnya empat kali di April.

    Setelah itu, dia mulai menghitung uang yang dia simpan di dompetnya dan menemukan dua lembar uang kertas 10 dolar Singapura hilang pada 19 Mei. Majikan Rina juga memperhatikan bahwa total 300 dolar Singapura atau sekitar Rp3,2 juta hilang dari dompetnya antara pertengahan April dan Mei.

    Pada 21 Mei, saat Rina sedang jalan-jalan dengan ibunya, majikan dan istrinya memeriksa barang-barang milik Rina. Mereka menemukan uang tunai sebesar 1.203 dolar Singapura atau Rp13 jutadi kantong koin Braun Buffel. Karena jumlahnya lebih tinggi dari yang awalnya dinyatakan Rina saat mulai bekerja, majikannya menelepon polisi.

    Rina mengaku mengambil uang tunai sekitar USD1.000 atau sekitar Rp10 juta dari keluarga, beserta kantong koin Braun Buffel milik ibu majikannya dan pemegang kartu serta kartu EZ-Link dari istri majikannya.

    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id