comscore

Menlu Retno Ajak Negara Kaya Berbagi Vaksin

Marcheilla Ariesta - 20 November 2021 20:46 WIB
Menlu Retno Ajak Negara Kaya Berbagi Vaksin
Menlu Retno Marsudi peringatkan dunia masih dalam kondisi pandemi covid-19. Foto: FPCI
Jakarta: Ketidaksetaraan vaksin terus menjadi perhatian dunia. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengajak negara-negara kaya untuk berbagi dosis vaksin kepada negara berpenghasilan menengah dan rendah.

Ini merupakan salah satu saran Retno untuk memenuhi target vaksinasi yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
" Pertama, semua janji pembagian dosis harus segera dipenuhi. Negara-negara kaya dengan dosis yang berlebih atau cakupan vaksinasi tinggi harus mempertimbangkan berbagi dosis pada negara yang membutuhkan," kata Retno, dalam Global Town Hall (GTH) 2021, Sabtu, 20 November 2021.

Ia menambahkan, produsen vaksin juga perlu mulai mengalokasikan lebih banyak dosis untuk COVAX Facility.

"Kedua, meningkatkan produksi vaksin global," lanjutnya.

Menurut Retno, diversifikasi pembuatan vaksin ke negara berkembang akan berkontribusi pada upaya tersebut. Hal ini membutuhkan penguatan infrastruktur, pusat penelitian, fasilitas penyimpanan, dan sumber daya manusia.

Retno menambahkan, pembatasan ekspor bahan mentah harus diakhiri. Sementara transfer teknologi harus difasilitasi.

"Ketiga, memperkuat daya serap negara berkembang," ujar Retno.

Banyak yang membutuhkan bantuan untuk mempercepat laju vaksinasi. Karenanya, Lembaga Keuangan Internasional dapat menyediakan pembiayaan yang sangat dibutuhkan.

Namun di saat yang sama, keterlibatan dengan Kantor Perwakilan WHO harus diintensifkan untuk merancang strategi vaksinasi yang efektif.

Sementara itu, untuk saran jangka panjang, Retno mengungkapkan dua prioritas besar Indonesia saat ini. Pertama, membangun infrastruktur kesehatan nasional yang lebih kuat. 

"Ini berarti berinvestasi dalam sistem perawatan kesehatan yang tangguh dan membuatnya lebih terjangkau untuk semua orang," tuturnya.

Baca juga: Vaksin Tidak Merata Distribusinya, Menlu Retno: Kita Masih dalam Pandemi

Menurutnya, hal ini juga berarti memperkuat industri kesehatan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan distribusi. Kerja sama internasiinal juga harus diintensifkan dengan Gavi dan CEPI.

"Kedua, memperkuat tata kelola kesehatan global," lanjut Retno. 

Dalam hal tersebut, Retno berharap smeua negata bisa bersatu. Sedangkan yang terakhir, dibutuhkan mekanisme permanen untuk meningkatkan akses yang adil ke solusi medis.

Meski demikian, kata Retno, alat tetaplah alat jika tidak digunakan dengan benar. Karenanya, harus ada solidaritas dan komitmen politik dari semua negara.

Sementara itu, GTH 2021 merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI). Kegiatan ini membahas berbagai isu, mulai dari vaksin, pemulihan ekonomi, hingga Afghanistan.

Tahun ini, GTH 2021 mengangkat tema 'Managing Competition, Conflict, and Cooperation in a Pandemic World'. Diharapkan kegiatan ini dapat membantu pemerintah untuk membuat kebijakan.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id