Malaysia-Singapura Buka Perbatasan Mulai 17 Mei 2021

    Marcheilla Ariesta - 03 Mei 2021 22:50 WIB
    Malaysia-Singapura Buka Perbatasan Mulai 17 Mei 2021
    Ilustrasi perbatasan Singapura-Malaysia/AFP/Roslan Rahman.



    Singapura: Malaysia dan Singapura mengizinkan perjalanan lintas batas dua negara pada 17 Mei 2021. Perizinan ini dilakukan di tengah peningkatan kasus covid-19 di Negeri Jiran.

    Rincian pengaturan perjalanan segera dirilis. Menteri Luar Negeri (Menlu) Singapura Vivian Balakrishnan menyebut aturan rinci meliputi uji virus korona pada pengunjung hingga kebutuhan karantina.






    Sementara itu, Menlu Malaysia Hishammuddin Hussein mengatakan alasan perjalanan lintas negara karena belas kasih. Ia merujuk pada situasi ketika warga kedua negara harus melintasi perbatasan karena keluarganya sakit kritis atau menghadiri pemakaman.

    "Ketika terjadi krisis keluarga, masyarakat ingin berkumpul. Oleh karena itu, mengingat hubungan erat yang sangat istimewa antara masyarakat Singapura dan Malaysia ini, perlu ada skema perjalanan ini," tutur Menlu Singapura Vivian, dilansir dari The Straits Times, Senin, 3 Mei 2021.

    Ia menyebut rincian prosedur dan persyaratan masuk akan dirilis otoritas masing-masing negara, yakni Departemen Imigrasi Malaysia dan Immigration and Checkpoints Authority (ICA) Singapura.

    "Jadi kami akan mengumumkan rincian lebih lanjut mengenai jenis tes dan pengaturan karantina yang akan diperlukan untuk menjalankan skema ini," kata Vivian..

    Keduanya juga membahas potensi travel bubble antara Singapura dan Malaysia. Menlu Malaysia Hishammuddin mengatakan negosiasi lebih lanjut akan dibahas oleh kementerian transportasi kedua negara.

    Keduanya juga sempat mebahas mengenai sertifikat vaksin untuk memfasilitasi perjalanan lintas batas di masa depan. "Ini akan dilakukan secara digital," seru Hishammuddin.

    Kebijakan ini menjadi langkah progresif memulihkan perjalanan lintas batas bagi kelompok pelancong lain. Hishammuddin mengatakan Pengaturan Komuter Berkala (PCA) juga menjadi bagian pembahasan keduanya.

    Berdasarkan PCA, pelancong yang disetujui harus tetap berada di negara tempat kerja sama mereka setidaknya selama 90 hari sebelum kembali ke negara asal untuk cuti jangka pendek.

    Dalam pernyataan bersama, para menteri menyampaikan kepuasannya. Meski banyak batasan, hubungan dan kerja sama bilateral tetap utuh dan kuat, seperti yang ditunjukkan oleh pergerakan barang yang tidak terputus antara kedua negara.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id