Di Ambang Perang Saudara, Oposisi Myanmar Bentuk Pasukan Lawan Junta

    Fajar Nugraha - 06 Mei 2021 11:53 WIB
    Di Ambang Perang Saudara, Oposisi Myanmar Bentuk Pasukan Lawan Junta
    Pendukung dari Pemerintahan Persatuan Nasional Myanmar (NUG). Foto: AFP



    Yangon: Kelompok antikudeta Myanmar membentuk 'kekuatan pertahanan' yang mereka sebut bertujuan untuk melindungi warga sipil dari pasukan keamanan Myanmar. Kekuatan ini bisa menjadi cikal bakal untuk mendirikan Tentara Persatuan Federal.

    Pemerintah Persatuan Nasional Myanmar (NUG), yang dibentuk oleh penentang junta militer mengatakan, pada Rabu bahwa pihaknya telah membentuk "kekuatan pertahanan rakyat”. Pasukan itu akan melawan serangan militer dan kekerasan yang dipicu oleh pemerintah militer.

     



    Sejak militer merebut kekuasaan dan menggulingkan pemerintah terpilih yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi pada 1 Februari, Myanmar telah menyaksikan protes harian dan gelombang kekerasan dengan pasukan keamanan yang menewaskan ratusan warga sipil.

    “Pasukan baru itu adalah pendahulu dari Tentara Persatuan Federal dan memiliki tanggung jawab untuk mengakhiri perang saudara yang telah berlangsung puluhan tahun. Mereka juga menangani "serangan dan kekerasan militer" dari Dewan Administrasi Negara (SAC) atau junta militer,” ujar NUG, seperti dikutip AFP, Kamis 6 Mei 2021.

    Pemerintah NUG, yang dibentuk bulan lalu oleh serangkaian kelompok yang menentang junta, di antaranya milisi etnis minoritas. Mereka bersumpah untuk mengakhiri kekerasan, memulihkan demokrasi dan membangun "persatuan demokratis federal".

    Di antara pendukung NUG adalah Persatuan Nasional Karen (KNU), pasukan pemberontak tertua di negara itu, yang Brigade 5-nya pada Rabu mengatakan bahwa pejuangnya telah membunuh 194 tentara pemerintah sejak permusuhan berlanjut pada akhir Maret.

    Seorang aktivis muda di Mandalay pada Rabu mengatakanbahwa dia berencana untuk bergabung dengan tentara federal untuk "membantu berperang melawan (militer) Tatmadaw" dan bahwa jaringan aktivis telah dimobilisasi untuk berlatih di hutan.

    Militer memerintah Myanmar dari 1962 hingga 2011, sebelum meluncurkan transisi tentatif menuju demokrasi dan reformasi ekonomi besar-besaran. Kudeta menghentikannya, membuat marah banyak orang yang tidak mau bertahan dengan fase pemerintahan militer lainnya.

    Tentara Myanmar yang dilengkapi dengan baik, yang dikenal sebagai Tatmadaw, adalah salah satu pasukan yang paling tangguh dalam pertempuran di kawasan itu.

    Meskipun demikian, lawan-lawannya di beberapa tempat telah menggunakan senjata kasar untuk melawan pasukan, sementara yang lain telah mencari pelatihan dengan tentara etnis yang telah berperang dengan militer sejak kemerdekaan pada 1948 dari daerah perbatasan yang terpencil.



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id