Menlu RI Bertolak ke AS untuk Hadiri Pertemuan PBB Terkait Gaza

    Medcom - 19 Mei 2021 07:08 WIB
    Menlu RI Bertolak ke AS untuk Hadiri Pertemuan PBB Terkait Gaza
    Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (Sekretariat Presiden)



    Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bertolak menuju New York, Amerika Serikat pada Selasa kemarin untuk menghadiri pertemuan terkait ketegangan Palestina-Israel di sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Menurut keterangan di situs Voice of America (VOA) pada Rabu, 19 Mei 2021, pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 20 Mei mendatang.

    Dalam debat terbuka di Dewan Keamanan PBB akhir pekan kemarin, Indonesia menyerukan agar PBB segera mengambil tindakan cepat untuk meredakan situasi di Timur Tengah, menghentikan semua tindakan permusuhan dan ilegal, serta memastikan Israel mematuhi aturan hukum internasional dan resolusi DK PBB yang relevan dengan hal itu.

     



    Duta Besar Indonesia untuk PBB, Mohammad K. Koba dalam pernyataan tertulisnya mengatakan, "Dewan Keamanan PBB tidak dapat tinggal diam ketika dikonfrontir dengan ancaman terang-terangan terhadap perdamaian dan keamanan internasional. Juga ketika terus terjadi aksi kekerasan serta pelanggaran terhadap hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB, karena hal itu akan merusak kredibilitas dan legitimasi dewan."

    Menggemakan pernyataan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Indonesia menyampaikan tekad "untuk melakukan tindakan dan mengambil keputusan di Majelis Umum PBB jika Dewan Keamanan gagal memenuhi fungsi tanggung jawabnya."

    Baca:  Indonesia Minta OKI Upayakan Gencatan Senjata Palestina-Israel

    Indonesia juga mengingatkan bagaimana menderitanya orang-orang di lapangan yang menghadapi langsung konsekuensi krisis yang terjadi ketika para diplomat menghabiskan waktu untuk berdebat.

    "Situasi ini berpotensi memburuk dalam beberapa hari ke depan" dan terjadi di tengah situasi yang memprihatinkan akibat pandemi Covid-19," tutur Koba.

    Untuk itu, Indonesia menyerukan kepada masyarakat internasional untuk meningkatkan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina dan menyerukan kepada Israel untuk tidak menghambat bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan di wilayah Palestina yang diduduki Israel.

    Merujuk pada pernyataan bersama Presiden Joko Widodo, Sultan Brunei Darussalam Hasanal Bolkiah dan Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyidin Yassin, Dubes Koba menggarisbawahi pentingnya upaya bersama dalam mencegah terulangnya kekejian serupa di masa mendatang.

    "Presiden kami, bersama PM Malaysia dan Sultan Brunei Darussalam, telah menyerukan kepada kedua pihak untuk menerima kehadiran sementara masyarakat internasional di kota Al Quds, untuk memonitor penghentian permusuhan di Wilayah Pendudukan Palestina," tegasnya.

    "Perluasan permukiman ilegal, pemaksaan pengusiran dan penghancuran bangunan-bangunan milik Palestina – yang dapat menimbulkan kerugian besar bagi penduduk di Wilayah Pendudukan Palestina – harus segera dihentikan karena “secara terang-terangan melanggar hukum internasional dan resolusi PBB yang relevan dengan hal itu, yang menjadi hambatan utama untuk mencapai resolusi damai,"  sambungnya.

    Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan sejak Israel melancarkan serangan udara pada 10 Mei, sedikitnya 200 warga Palestina tewas, termasuk 59 anak-anak dan 35 perempuan. Sementara di pihak Israel, sedikitnya 10 orang tewas dalam serangan roket, termasuk dua anak-anak.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id