Anwar Ibrahim Serahkan Dokumen Dukungan Ubah Pemerintahan ke Raja Malaysia

    Fajar Nugraha - 13 Oktober 2020 14:05 WIB
    Anwar Ibrahim Serahkan Dokumen Dukungan Ubah Pemerintahan ke Raja Malaysia
    Anwar Ibrahim serahkan bukti dukungan 120 anggota parlemen kepada Raja Malaysia. Foto: Malaysia Kini
    Kuala Lumpur: Presiden Parti Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim mengatakan, telah menyerahkan dokumen otentik yang membuktikan dukungan lebih dari 120 anggota parlemen kepadanya untuk membentuk pemerintahan baru. Dokumen itu diserahkan kepada Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah dalam pertemuan pagi ini.

    Baca: Anwar Ibrahim Tinggalkan Istana usai Bertemu Raja Malaysia.

    “(Dukungan) ini mencapai lebih dari 120 (anggota parlemen). Tapi karena Yang di-Pertuan Agong (YDPA) akan memanggil pimpinan partai, sudah sewajarnya kita harus bersabar, memberi ruang dan kewenangan bagi YDPA untuk memutuskan,” ujar Anwar, seperti dikutip Malaysia Kini, Selasa 13 Oktober 2020.

    “Tidak tepat mengatur waktu bagi YDPA untuk mengambil keputusan,” ujarnya dalam jumpa pers.

    Namun, menurut Anwar, pemerintahan Perikatan Nasional (PN) yang dipimpin oleh Muhyiddin Yassin ‘telah jatuh’.

    Menjelaskan lebih lanjut, pemerintahan baru yang akan dipimpinnya "tetap mayoritas Muslim dan bumiputera”. “Tapi saya ingin tegaskan bahwa jaminan hak semua warga negara tetap dilindungi,” tambahnya.

    Anwar masuk ke Istana Negara Malaysia sekitar pukul 10.25 waktu setempat. Ia kemudian terlihat meninggalkan istana sekitar satu jam kemudian.
     
    Pada Selasa pagi, Anwar mengunggah sebuah foto dirinya dan sang istri, Wan Azizah Wan Ismail, di laman Facebook dengan tulisan: "Semoga segala urusan hari ini dimudahkan."

    Pertemuan dengan raja hari ini terjadi usai Anwar mengumumkan bahwa dirinya mendapat dukungan kuat dari parlemen pada 23 September lalu. Namun kala itu Anwar tidak jadi ke istana karena sang raja harus dirawat di rumah sakit karena keracunan makanan. Raja Malaysia selesai dirawat dan keluar dari rumah sakit pada 2 Oktober.
     
    Anwar, presiden dari Parti Keadilan Rakyat (PKR), terpilih sebagai anggota parlemen untuk wilayah Port Dickson dalam pemilihan umum pada Oktober 2018. Itu terjadi lima bulan usai aliansi Pakatan Harapan (PH) menggulingkan Barisan Nasional (BN) dalam pemilu untuk membentuk pemerintahan baru.
     
    Pernah dipenjara atas tuduhan sodomi, Anwar mendapat pengampunan dari raja usai kemenangan mengejutkan koalaisi Pakatan Harapan (PH). Kala itu, ia digadang-gadang menjadi pengganti Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di bawah pemerintahan PH.

    Baca: PM Malaysia Ragukan Klaim Anwar Ibrahim Didukung Mayoritas Parlemen

    Namun semua itu tak terwujud usai sekelompok anggota parlemen dari PKR dan Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) membelot untuk menggabungkan kekuatan dengan sejumlah rival PH.
     
    Muhyiddin Yassin, presiden Bersatu, saat ini memimpin pemerintahan Perikatan Nasional yang terdiri dari pembelot PH dan sejumlah anggota dari BN dan Parti Islam Se-Malaysia (PAS).

    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id