Situasi Myanmar Memanas, KBRI Imbau WNI Kembali ke Tanah Air

    Marcheilla Ariesta - 04 Maret 2021 21:12 WIB
    Situasi Myanmar Memanas, KBRI Imbau WNI Kembali ke Tanah Air
    Pedemo anti kudeta bentrok dengan pasukan keamanan Myanmar. Foto: AFP.



    Yangon: KBRI Yangon menetapkan status Siaga II terkait situasi di Myanmar saat ini. Duta Besar RI untuk Myanmar, Iza Fadri mengimbau warga negara Indonesia (WNI) dapat mempertimbangkan kembali ke Indonesia saat ini.

    "KBRI telah sampaikan imbauan agar WNI tetap tenang dan berdiam diri di kediaman masing-masing, menghindari bepergian, termasuk ke tempat kerja jika tidak ada keperluan sangat mendesak," tuturnya kepada Medcom.id, Kamis, 4 Maret 2021.






    "Sedangkan bagi WNI beserta keluarganya yang tidak memiliki keperluan dan pekerjaan yang essensial, dapat mempertimbangkan untuk memanfaatkan penerbangan kembali ke Indonesia yang saat ini masih tersedia," imbuh dia.

    Ia menambahkan, Kementerian Luar Negeri RI dan KBRI Yangon akan terus memantau perkembangan situasi di Myanmar. Meski demikian, tutur Dubes Iza, situasi saat ini dipandang belum medesak untuk melakukan evakuasi WNI.

    Hal sama juga dilakukan Kementerian Luar Negeri Singapura. Mereka mengimbau warganya untuk meninggalkan Myanmar selagi masih ada penerbangan komersial.

    Baca juga: Singapura Imbau Warganya Tinggalkan Myanmar

    Semakin meningkat bentrokan antara pengunjuk rasa anti kudeta dan pasukan keamanan Myanmar menjadi alasan imbauan tersebut dikeluarkan. Tak hanya itu, jumlah korban sipil yang semakin banyak setiap harinya membuat pemerintah Singapura ketar-ketir dalam melindungi warganya.

    Utusan Khusus PBB untuk Myanmar, Christine Schraner Burgener, mengatakan di New York bahwa Rabu kemarin adalah "hari paling berdarah" sejak kudeta 1 Februari dengan 38 kematian. Dengan demikian, total korban tewas menjadi lebih dari 50 saat militer mencoba memperkuat kekuasaannya.

    Sebuah kelompok hak asasi manusia dan beberapa media memberikan jumlah yang berbeda dari yang terluka dan terbunuh setelah kekerasan hari Rabu itu. Sebuah badan bantuan menyebut korban tewas termasuk empat anak.

    Media lokal juga melaporkan ratusan pengunjuk rasa ditangkap.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id