Tiga Komite Sanksi Penting Dipimpin Indonesia Selama di DK PBB

    Fajar Nugraha - 22 Oktober 2020 19:46 WIB
    Tiga Komite Sanksi Penting Dipimpin Indonesia Selama di DK PBB
    Menlu Retno Marsudi saat memimpin pertemuan virtual PBB. Foto: Dok.Kemenlu RI
    Jakarta: Sepanjang 2019 hingga 2020 fokus Indonesia berkontribusi untuk menjaga perdamaian dan stabilitas dunia yang menjadi eksitensi 1 Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Pandemi tidak boleh menyurutkan kontribusi Indonesia untuk menjaga perdamaian dan stabilitas dunia.

    Indonesia bersama dengan lima negara lainnya juga telah menginisiasi resolusi Majelis Umum PBB pertama mengenai covid-19, “Global solidarity to fight the coronavirus disease 2019”.
    Ini merupakan resolusi SMU PBB pertama terkait dengan covid-19 dan telah menjadi rujukan PBB terkait kerja sama covid-19.

    “Di Dewan Keamanan PBB, Indonesia telah memimpin tiga Komite Sanksi penting, yaitu Komite Sanksi 1267 mengenai ISIS/Al Qaeda, Komite Sanksi 1988 mengenai Taliban, dan Komite Sanksi 1540 mengenai Non-proliferasi,” ujar Menlu Retno Marsudi dalam keterangan virtual, di Jakarta, Kamis 20 Oktober 2020.

    “Bersama Jerman, sebagai co-penholders (negara penjuru) isu Afghanistan, Indonesia berhasil meloloskan dua resolusi perpanjangan mandat UN Assistance Mission in Afghanistan (UNAMA). Termasuk di titik kritis pada saat proses perdamaian Afghanistan dimulai,” imbuh Menlu Retno.

    Selama menjalankan Presidensi di Dewan Keamanan PBB Agustus lalu, 50 kegiatan telah diselenggarakan dalam format virtual maupun pertemuan secara langsung.

    “Tiga signature events telah diselenggarakan, yaitu: Dua pertemuan High Level Open Debate yang langsung saya pimpin, mengenai pembangunan perdamaian dalam masa pandemi dan keterkaitan antara terorisme dan kejahatan terorganisir, serta satu pertemuan Arria Formula mengenai serangan siber terhadap infrastruktur vital,” tutur Menlu.

    Selain itu, tiga resolusi berhasil disahkan yaitu resolusi perpanjangan mandat misi pemeliharaan perdamaian di Lebanon (UNIFIL), resolusi perpanjangan mandat misi pemeliharaan perdamaian di Somalia (UNSOM), Resolusi perpanjangan rezim sanksi di Mali.

    Selain ketiga resolusi tersebut, Indonesia juga berhasil menghasilkan satu resolusi baru atas prakarsa Indonesia, yaitu resolusi 2538 mengenai Women in Peacekeeping. Resolusi ini menjadi resolusi pertama mengenai peran pasukan perempuan dalam misi pemeliharaan perdamaian. Hal ini sejalan dengan komitmen diplomasi Indonesia untuk isu “Women, Peace and Security”.

    Di ASEAN, Indonesia telah memprakarsai dikeluarkannya ASEAN Foreign Ministers' Statement on the Importance of Maintaining Peace and Stability in Southeast Asia. Statement ini sangat penting artinya untuk menunjukkan posisi ASEAN ditengah situasi rivalitas yang terjadi saat ini.

    Kegiatan ASEAN di masa pandemi tidak berkurang sama sekali. Tercatat 29 pertemuan tingkat menteri dan tiga pertemuan tingkat kepala negara.

    “Untuk isu Palestina, Indonesia termasuk satu dari sedikit negara yang secara konsisten terus memberikan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina. Selain dukungan politik yang konsisten, Indonesia telah berkomitmen memberikan bantuan keuangan, baik kepada otoritas Palestina kepada UNRWA dan kepada ICRC,” sebut mantan Duta Besar RI untuk Belanda itu.

    Pemberian dukungan peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga diberikan, antara lain pelatihan personel kepolisian dan pembentukan badan regulator obat dan makanan Palestina.

    “Indonesia akan terus membantu perjuangan Palestina dan mendorong dukungan internasional yang solid. Tanpa dukungan solid dunia, maka masa depan Palestina akan menjadi lebih sulit,” ujar Menlu perempuan Indonesia itu.

    Untuk isu Afghanistan, Indonesia terus berupaya berkontribusi dalam proses perdamaian di Afghanistan.  Indonesia hadir pada penandatangan perdamaian antara Amerika Serikat dan Taliban di Doha pada 29 Februari 2020. Indonesia terus menjalin komunikasi baik dengan Pemerintah Afghanistan maupun dengan Taliban.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id