comscore

Presidensi G20 Indonesia, Menlu Retno: Semua Sesuai Rencana

Marcheilla Ariesta - 22 Juni 2022 14:38 WIB
Presidensi G20 Indonesia, Menlu Retno: Semua Sesuai Rencana
Berbagai kegiatan dilakukan selama Presidensi Indonesia di G20. Foto: AFP
Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan, semua kegiatan G20 tahun ini berjalan sesuai rencana. Ia mengatakan, Presidensi Indonesia di G20 terus menuai dukungan.

"Di tengah situasi yang sangat rumit dan sulit ini, dukungan terhadap presidensi Indonesia di G20 masih sangat kuat," kata Retno dalam jumpa pers virtual, Rabu, 22 Juni 2022.
Menurutnya, semua diskusi terkait substansi di seluruh kelompok kerja sampai saat ini masih berjalan dengan baik.

"Sehingga dapat saya sampaikan, bahwa everything is on the right track (semua berada di jalurnya)," imbuh dia.

Retno mengatakan, Indonesia tidak memilih menggunakan 'megaphone diplomacy' atau 'diplomasi berkoar-koar' dalam menghadapi situasi yang kompleks ini. Hal tersebut dilakukan agar tujuan besar yang bermanfaat di dunia dapat terwujud.

"Situasi ini justru mendorong presidensi Indonesia untuk lebih aktif dalam menjadikan G20 sebagai katalis pemulihan ekonomi global," sambungnya.

Presidensi G20 Indonesia sempat mendapat hambatan setelah Rusia menginvasi Ukraina. Negara-negara anggota G7, yang juga bagian dari G20, meminta agar Indonesia tidak mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin hadir dalam pertemuan tersebut.

Indonesia menegaskan, akan tetap mengundang seluruh kepala negara anggota G20, termasuk Rusia. Ancaman sempat dilontarkan dari berbagai pihak atas posisi Indonesia tersebut, salah satunya oleh mantan Perdana Menteri Australia Scott Morrison. Ia mengatakan, tidak akan hadir ke KTT G20 di Indonesia jika Putin hadir.

Namun saat kunjungan PM Australia yang baru Anthony Albanese ke Jakarta beberapa waktu lalu, PM Negeri Kanguru itu pastikan akan hadir di KTT G20

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden meminta RI mengundang Ukraina juga jika tetap mengajak Putin ke pertemuan tersebut.

Presiden Joko Widodo sudah melakukan pembicaraan per telepon dengan pemimpin kedua negara berseteru. Di akhir bulan ini, Jokowi juga dijadwalkan akan mengunjungi Ukraina dan Rusia.

Ia akan menjadi pemimpin negara Asia pertama yang berkunjung ke sana, saat invasi berlangsung.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id