comscore

AS dan Filipina Gelar Latihan Militer Terbesar Pekan Depan

Medcom - 23 Maret 2022 12:34 WIB
AS dan Filipina Gelar Latihan Militer Terbesar Pekan Depan
Sekelompok prajurit Filipina berpartisipasi dalam latihan gabungan bersama AS di Casiguran, 15 Mei 2017. (TED ALJIBE / AFP)
Manila: Amerika Serikat (AS) dan Filipina akan memulai latihan militer gabungan terbesar pekan depan. Kerja sama pertahanan antara kedua negara ditunjukkan di tengah menguatnya pengaruh Tiongkok di kawasan.

Sekitar 9.000 tentara dari kedua negara akan turut serta dalam "permainan perang" yang berlangsung 12 hari di pulau Luzon, Filipina. Ini biasanya rutin dilakukan setiap tahun, tapi dibatasi atau dibatalkan selama pandemi Covid-19.
Rangkaian latihan gabungan yang dimulai 28 Maret ini meliputi sejumlah aktivitas, seperti keamanan maritim, latihan tembakan langsung, antiterorisme, serta bantuan kemanusiaan dan bencana.

"(Kedua negara) akan berlatih bersama untuk memperluas dan mengembangkan taktik, teknik, dan prosedur yang memperkuat kemampuan tanggapan serta kesiapan kami untuk tantangan di dunia nyata," kata Mayor Jenderal Jay Bargeron, komandan Divisi Marinir ke-3 AS, dikutip dari The Straits Times, Rabu, 23 Maret 2022.

Manuver terbaru antara AS-Filipina berfokus pada potensi konflik di Laut China Selatan, perairan sengketa yang hampir seluruhnya diklaim Beijing.

Tiongkok diketahui mengabaikan keputusan Mahkamah Arbitrase Internasional (PCA) di tahun 2016. Keputusan pengadilan internasional yang berbasis di Den Haag tersebut menyatakan klaim Tiongkok atas Laut China Selatan tidak berdasar. Namun Tiongkok mengabaikan putusan tersebut, dan justru membangun pangkalan militer di pulau-pulau buatan di Laut China Selatan.

Baca:  AS Sebut Tiongkok Militerisasi Penuh 3 Pulau di Laut China Selatan

Filipina, Brunei, Malaysia, dan Vietnam juga menyuarakan klaim atas perairan tersebut.

Ketegangan antara Manila dan Beijing memuncak minggu lalu setelah Filipina mengkonfrontasi Dubes Tiongkok atas kapal angkatan lautnya yang tertangkap berlayar secara ilegal di perairan negara kepulauan itu.

Latihan militer AS-Filipina juga dilakukan di saat masih berlangsungnya invasi Rusia ke Ukraina. Dalam konflik tersebut, AS dan sekutunya memberikan bantuan senjata kepada Ukraina dan menjatuhkan serangkaian sanksi ekonomi terhadap Rusia.

Presiden Rodrigo Duterte sempat menyampaikan kekhawatirannya atas perang Rusia-Ukraina, dengan mengatakan bahwa Filipina secara tidak langsung "terlibat" dalam konflik tersebut karena memiliki hubungan kerja sama keamanan dengan AS. (Kaylina Ivani)

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id