Pengadilan Pemerkosaan WNI oleh Politikus Malaysia Beberkan Bukti Ahli

    Fajar Nugraha - 07 April 2021 15:42 WIB
    Pengadilan Pemerkosaan WNI oleh Politikus Malaysia Beberkan Bukti Ahli
    Paul Yong, politikus Malaysia yang memperkosa warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja dengannya. Foto: Malay Mail



    Ipoh: Pengadilan Tinggi di Ipoh, Malaysia mendengar rincian pemeriksaan kesehatan yang dilakukan terhadap warga negara Indonesia (WNI) yang diduga diperkosa oleh majikannya. Pelaku pemerkosa adalah mantan anggota dewan eksekutif Perak, Paul Yong.

    Dr Nilawati Isha seorang spesialis kebidanan dan ginekologi yang bekerja di departemen kebidanan dan ginekologi Rumah Sakit Raja Permaisuri Bainun mengatakan, beberapa robekan dan lecet bisa jadi akibat penetrasi benda atau organ tumpul.






    “Berdasarkan pemeriksaan kesehatan, pasien mengalami dua robekan selaput dara baru pada area pukul enam dan delapan serta tanda-tanda lecet pada area pukul dua serta pada posterior fourchette bagian privat,” jawabnya, kepada Wakil Jaksa Penuntut Umum Liyana Zawani Mohd Radzi, seperti dikutip Malay Mail, Rabu 7 April 2021.

    Dr Nilawati memberikan kesaksian itu selama persidangan Yong. Jaksa utama dalam persidangan pemerkosaan Paul Yong, Wakil Jaksa Penuntut Umum Datuk Jamil Aripin hari ini mengatakan kepada Pengadilan Tinggi di sini bahwa tim akan mengajukan UU Perlindungan Saksi (WPA) 2009 untuk dua saksi mereka.

    Jamil mengatakan, identitas yang dimaksud di sini tidak hanya mencakup latar belakang, lokasi, atau informasi pribadi para saksi, tetapi juga pengenalan wajah para saksi.

    Ia juga mengatakan saksi pertama di bawah Program Perlindungan Saksi (WPP) adalah tersangka korban, sedangkan saksi kedua telah mendapat ancaman pembunuhan atas hal tersebut.

    "Mantan juru bicara negara Ngeh Koo Ham telah mengajukan laporan polisi bahwa pria yang menjadi saksi itu menerima uang 100.000 ringgit Malaysia (atau sekitar Rp350 juta) dan juga diancam oleh seorang pria bersenjata," tambah Jamil.

    Pengacara Yong, Datuk Rajpal Singh mengatakan bahwa tim pembela menentang permohonan yang dibuat oleh jaksa penuntut untuk WPA bagi para saksi berdasarkan Bagian 256A atau CPC.

    Jamil menginformasikan kepada Hakim Datuk Abdul Wahab Mohamed dalam persidangan bahwa dua orang saksinya adalah peserta Program Perlindungan Saksi (WPP) di bawah WPA.

    “Kami ingin kedua saksi memberikan keterangan sesuai Pasal 256A KUHAP,” tegas Rajpal.

    “Keduanya berniat memberikan keterangan melalui kamera di pengadilan terbuka tanpa kehadiran publik dan media dan juga tidak ingin identitas mereka diungkapkan kepada terdakwa dan pengacaranya,” ujarnya di persidangan.

    Pada 23 Agustus 2019, Yong, 51, mantan Komite Eksekutif Perak untuk perumahan dan pemerintah daerah, transportasi umum, urusan non-Muslim dan desa baru, mengaku tidak bersalah di Pengadilan Sesi di Ipoh atas tuduhan pemerkosaa terhadap asisten rumah tangga asal Indonesia nya yang berusia 23 tahun.

    Anggota dewan Tronoh itu dituduh melakukan pelanggaran di rumahnya di Taman Meru Desa pada 7 Juli 2019 antara pukul 8.15 hingga 21.15.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id