Kebijakan Luar Negeri Jokowi-Ma’ruf Tetap Upayakan Kemerdekaan Palestina

    Fajar Nugraha - 20 Oktober 2020 16:16 WIB
    Kebijakan Luar Negeri Jokowi-Ma’ruf Tetap Upayakan Kemerdekaan Palestina
    Presiden Joko Widodo berpidato pertama kali di Sidang Majelis Umum PBB. Foto: AFP
    Jakarta: Palestina masih menjadi perhatian utama dalam praktik kebijakan luar negeri Indonesia. Selain itu, pidato pertama Presiden Joko Widodo di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyita perhatian.

    Dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri di Jakarta, 8 Januari 2020, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia akan terus membela Palestina sepanjang 2020 ini. Pembangunan kapasitas dan infrastruktur akan terus dilakukan Indonesia untuk mempersiapkan Palestina jika mereka merdeka di masa mendatang.

    "Indonesia sadar jalan ke depan akan semakin terjal dan sulit. Namun, upaya membantu Palestina tidak akan surut," kata Menlu Retno Marsudi.

    Upaya membantu Palestina yang dimaksud Retno, di antaranya pembebasan bea masuk (zero tariff) di luar dua produk Palestina yang telah kena bebas masuk, yaitu kurma dan minyak zaitun murni (virgin olive oil).

    Pun ketika ada beberapa negara Arab seperti Uni Emirat Arab, Bahrain dengan Israel melalui Abraham Accord, tidak mengubah kebijakan Indonesia untuk membantu kemerdekaan Palestina. Meskipun, ketiga negara menandatangani secara resmi normalisasi itu di Gedung Putih pada 15 September 2020.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah, pada 17 September mengatakan bahwa penyelesaian masalah yang tengah dihadapi Palestina harus sesuai dengan hukum internasional.

    "Bagi Indonesia, penyelesaian Palestina perlu menghormati DK (Dewan Kehormatan) PBB terkait, serta parameter yang disepakati secara internasional termasuk solusi dua negara,” ujar Faizasyah.

    Faizasyah menuturkan seluruh inisiatif perdamaian yang tengah terjadi di Timur Tengah diminta untuk tidak mengganggu keputusan yang dibuat melalui Inisiatif Perdamaian Arab.

    Mengkritik PBB

    Untuk pertama kalinya Presiden Joko Widodo juga hadir dalam Sidang Majelis Umum PBB. Selain isu Palestina yang diangkat, Presiden juga menyebutkan tindakan unilateral yang mengancam keberadaan PBB.

    Presiden pada 22 September 2020 waktu New York atau 23 September waktu Indonesia memaparkan pemikiran untuk perubahan di tubuh PBB.

    "Melihat situasi dunia saat ini, izinkan saya menyampaikan beberapa pemikiran. Yang pertama, PBB harus senantiasa berbenah diri, melakukan reformasi, revitalisasi dan efisiensi," ujar Presiden Jokowi.

    Indonesia melihat bahwa PBB harus dapat membuktikan bahwa "multilateralism delivers," termasuk pada saat terjadinya krisis. Utamanya, PBB harus lebih responsif dan efektif dalam menyelesaikan berbagai tantangan global.

    Jokowi menambahkan, semua pihak harus memiliki tanggung jawab untuk terus memperkuat PBB, agar PBB tetap relevan dan semakin kontributif, sejalan dengan tantangan zaman.

    "PBB bukanlah sekedar sebuah gedung di kota New York, tapi sebuah cita-cita dan komitmen bersama seluruh bangsa untuk mencapai perdamaian dunia dan kesejahteraan bagi generasi penerus," tegas Presiden.

    Kemudian Presiden menilai PBB harus bisa lebih efektif terutama dalam collective global leadership. Semua pihak, menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, harus bertanggung jawab menjadi bagian dari solusi perdamaian.

    Terakhir adalah penanganan pandemi covid-19 yang turut perhatian perubahan PBB. Kerja sama penanganan covid-19 harus diperkuat dari sisi kesehatan maupun dampak sosial ekonomi.

    Negara anggota PBB, menurut Jokowi, harus bekerja sama dalam memastikan agar semua negara mendapatkan akses setara terhadap vaksin yang aman dan terjangkau.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id