UMNO Berpotensi Terpecah Usai Vonis Kasus Korupsi Najib Razak

    Fajar Nugraha - 29 Juli 2020 17:18 WIB
    UMNO Berpotensi Terpecah Usai Vonis Kasus Korupsi Najib Razak
    Mantan PM Malaysia Najib Razak bersalah atas tuduhan korupsi 1MDB. Foto: The Star
    Kuala Lumpur: Setelah putusan bersalah atas kasus korupsi ditetapkan kepada tokoh kunci the United Malays National Organisation (UMNO), Najib Razak, ada tanda-tanda ketidakpuasan dari anggota dan pendukung UMNO. Najib adalah mantan Perdana Menteri Malaysia yang kalah dalam pemilu 2018.

    Presiden Partai Ahmad Zahid Hamidi, yang juga diadili karena korupsi, menyerukan agar semua tingkatan partai tetap tenang. Dia menambahkan bahwa Najib "masih memiliki ruang untuk mendapatkan keadilan melalui proses hukum negara".

    Baca: Mantan PM Malaysia Najib Razak Dihukum 12 Tahun Penjara.

    Namun pengamat politik dari Sunway University Dr Wong Chin Huat mengatakan, anggota parlemen UMNO lainnya mungkin ingin agar partai maju tanpa Najib.

    "(Putusan) dapat memecah belah pimpinan puncak UMNO karena mereka tidak terlibat dan mereka yang memegang posisi senior dalam pemerintahan mungkin akan senang jika partai pindah dan meninggalkan Najib dan pengikutnya,” tambah Wong, seperti dikutip Channel News Asia, Rabu 29 Juli 2020.

    Hal serupa disampaikan pengamat dari Singapore Institute of International Affairs, Dr Oh Ei Sun. Dia mengatakan bahwa ada faksi-faksi di dalam koalisi Perikatan Nasional (PN) dan UMNO yang ‘tidak bahagia’ melihat Najib dihukum.

    “Ada faksi-faksi saingannya dan jika Najib secara politik dilumpuhkan oleh keyakinan ini tentu saja mereka akan sangat bahagia. Kemudian, mereka dapat mengalahkannya dan bangkit lebih jauh untuk memenuhi ambisi politik mereka,” ujarnya.

    Menteri Sains, Teknologi, dan Inovasi Khairy Jamaluddin merilis pernyataan setelah putusan, mengatakan bahwa meskipun Najib memiliki ruang untuk naik banding, keputusan pengadilan telah berdampak besar pada UMNO.

    "Menurut saya, meskipun (Najib) memiliki ruang untuk mengajukan banding, ini adalah momen bagi UMNO, sebagai partai politik untuk bergerak maju dan menjalani proses peremajaan," tutur Khairy.

    “Meskipun beberapa anggota partai berhak untuk memberikan dukungan moral kepada Datuk Seri Najib, saya berharap UMNO tidak akan terseret ke dalam kasus ini. Saya percaya semua anggota UMNO akan terus tetap setia kepada partai, lebih dari loyal kepada setiap individu dalam partai," sebut Khairy.

    “Sudah saatnya bagi kita untuk membangun kembali marwah suci UMNO ini dan mengawasi penyerahan kepada generasi pemimpin baru yang berpotensi memimpin partai ke era baru,” tambahnya.

    Berbicara setelah putusan pada Selasa, Najib kembali menegaskan dirinya tidak bersalah. Dirinya pun akan mengajukan banding.

    Baca: Dalam Pembelaan, Pengacara Najib Bawa Nama Mahathir Mohamad.

    New Sin Yew, seorang pengacara dari Bon Advocates mengatakan, kepada Channel News Asia bahwa berdasarkan Pasal 48 Konstitusi Federal, putusan itu menyebabkan Najib tidak akan dapat ikut serta dalam pemilihan umum yang akan datang. Meskipun demikian, ia akan terus sebagai anggota parlemen untuk saat ini.

    “Hukuman itu mendiskualifikasi dia dari pemilihan umum yang akan datang. Namun, ia terus tetap sebagai anggota parlemen sampai proses bandingnya selesai,” tegas New.

    Pada Selasa 28 Juli 2020, Najib Razak, dijatuhi hukuman 12 tahun penjara. Dia didakwa bersalah atas tujuh dakwaan dalam kasus korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB).
     
    Tujuh dakwaan tersebut, antara lain pelanggaran kepercayaan kriminal, pencucian uang, dan penyalahgunaan kekuasaan.
     
    Sebelum dijatuhi hukuman, Hakim Mohd Nazlan Mohd Ghazali mengatakan ia telah mempertimbangkan beberapa faktor, termasuk kepentingan publik dan mengamati tujuan utama penegakkan hukum.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id