Malaysia Catat 3.309 Kasus Covid-19, Tertinggi Sejak Pandemi

    Surya Perkasa - 13 Januari 2021 06:53 WIB
    Malaysia Catat 3.309 Kasus Covid-19, Tertinggi Sejak Pandemi
    Seorang warga Malaysia dilambil sampel untuk tes covid-19. Foto: AFP
    Kuala Lumpur: Malaysia mencatat 3.309 kasus baru covid-19. Ini merupakan kenaikan harian terbesar sejak dimulainya pandemi virus korona.

    Lonjakan kasus terjadi kurang dari seminggu setelah Malaysia menandai catatan kasus harian sebelumnya sebanyak 3.027 infeksi pada 7 Januari.

    Malaysia telah melaporkan peningkatan empat digit setiap hari dalam kasus covid-19 selama sekitar satu bulan karena berjuang untuk menahan gelombang infeksi ketiga.

    Baca: Raja Malaysia Tetapkan Status Darurat untuk Atasi Virus Korona.

    Lembah Klang, yang terdiri dari Selangor dan Kuala Lumpur, menyumbang sekitar sepertiga dari kasus baru yang dilaporkan pada Selasa 12 Januari dengan 1.333 infeksi. Johor dan Sabah masing-masing mendaftarkan 442 dan 409 kasus.

    Ada juga empat korban jiwa baru. Para korban, warga negara Malaysia berusia 52 hingga 69 tahun, berasal dari Selangor dan Ipoh.

    “Sebanyak 190 kasus saat ini dirawat di unit perawatan intensif (ICU) dengan 83 membutuhkan bantuan pernapasan,” kata direktur jenderal kesehatan Noor Hisham Abdullah, seperti dikutip Channel News Asia, Rabu 13 Januari 2021.

    Dia menambahkan bahwa pihak berwenang juga telah mengidentifikasi 11 klaster baru. Menjadikan jumlah klaster aktif di negara itu menjadi 261.

    Malaysia akan memperketat pembatasan covid-19 mulai Rabu 13 Januari hari ini. Ini merupakan upaya baru untuk memerangi peningkatan kasus covid-19 yang mengkhawatirkan di negara itu.

    Perdana Menteri Muhyiddin Yassin mengatakan negara bagian Penang, Selangor, Melaka, Johor dan Sabah, serta wilayah federal Kuala Lumpur, Putrajaya dan Labuan akan ditempatkan di bawah perintah kontrol gerakan (MCO) sekali lagi.

    Di bawah batasan, yang akan berlangsung selama dua minggu hingga 26 Januari, perjalanan antar negara dilarang di seluruh negeri. Sementara bepergian antar distrik tidak diizinkan untuk negara bagian di bawah MCO.

    Raja Malaysia pada Selasa juga mengumumkan keadaan darurat di seluruh negeri untuk mengekang penyebaran covid-19. “Keadaan darurat akan berlangsung hingga 1 Agustus atau lebih awal tergantung pada keadaan infeksi virus korona,” kata Juru Bicara Dewan Istana Ahmad Fadil Shamsuddin dalam pernyataannya.

    Baca: Malaysia Umumkan Status Keadaan Darurat Nasional Hingga 1 Agustus, Ada Apa?.

    Pernyataan istana mengatakan, 15 rumah sakit yang menangani kasus covid-19 telah mencatat tingkat penggunaan tempat tidur non-ICU lebih dari 70 persen.

    “Di Lembah Klang, penggunaan tempat tidur ICU untuk pasien covid-19 di Rumah Sakit Kuala Lumpur dan Pusat Medis Universitas Malaya telah mencapai 100 persen, sedangkan di Rumah Sakit Sungai Buloh 83 persen. Tingkat penggunaan tempat tidur ICU untuk Pasien covid-19 di Perak, Selangor, Melaka, Terengganu dan Sarawak telah melebihi 70 persen,”tambahnya.

    Hingga Selasa, Malaysia telah melaporkan total 141.533 kasus covid-19, di mana 30.390 di antaranya saat ini diklasifikasikan sebagai aktif atau menular. Negara ini juga telah mencatat total 559 kematian hingga saat ini.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id