comscore

Militer Myanmar Ajukan 5 Dakwaan Korupsi Baru untuk Aung San Suu Kyi

Marcheilla Ariesta - 15 Januari 2022 22:55 WIB
Militer Myanmar Ajukan 5 Dakwaan Korupsi Baru untuk Aung San Suu Kyi
Militer Myanmar ajukan lima lagi dakwaan korupsi untuk Aung San Suu Kyi./AFP
Yangon: Militer Myanmar mengajukan lima tuduhan korupsi baru terhadap pemimpin pemerintahan sipil, Aung San Suu Kyi. Pejabat militer mengatakan, lima tuduhan itu sehubungan dengan pemberian izin untuk menyewa dan membeli helikopter.

Aung San Suu Kyi, yang ditahan sejak kudeta militer Februari tahun lalu, sudah terkena lima dakwaan korupsi lainnya. Jika terbukti bersalah, masing-masing dari dakwaan itu dapat berujung vonis 15 tahun penjara dan denda bernilai tinggi.
Suu Kyi sebelumnya menghadapi dakwaan lain dan telah dijatuhi hukuman enam tahun penjara setelah dinyatakan bersalah atas aksi mengimpor dan memiliki walkie-talkie secara ilegal dan juga melanggar aturan Covid-19.

Pendukung Suu Kyi dan sejumlah kelompok hak asasi manusia menilai berbagai dakwaan yang dilayangkan kepada Suu Kyi dibuat-buat oleh junta militer untuk membenarkan kudeta dan mencegah perempuan itu kembali ke dunia politik.

Namun, pihak militer Myanmar seolah tutup telinga atas kritik tersebut.

Baca juga: Aung San Suu Kyi Divonis 4 Tahun Penjara atas Kepemilikan Walkie-Talkie

"Tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Saya hanya ingin mengatakan bahwa dia akan diadili menurut hukum," kata juru bicara junta, Mayor Jenderal Zaw Min Tun, dilansir dari Al Jazeera, Sabtu, 15 Januari 2022.

Perebutan kekuasaan oleh militer mencegah Aung San Suu Kyi dan partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) memulai masa jabatan lima tahun kedua dalam kekuasaan. Kudeta dilakukan beberapa saat sebelun sesi parlemen dimulai.

Junta Myanmar atau Tatmadaw mengatakan kudeta harus dilakukan karena pemilihan umum pada November 2020 dipenuhi kecurangan. Namun, kelompok-kelompok pengamat jajak pendapat independen mengatakan hanya ada sedikit bukti mengenai tuduhan itu.

Kudeta Myanmar tahun lalu disambut protes masif. Menurut Asosiasi Pemantau Hak Asasi untuk Tahanan Politik Myanmar, setidaknya ada 1.469 orang tewas dan lebih dari 11.500 ditahan sejak kudeta 1 Februari 2021.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id