Tiongkok Kembali Tegaskan Komitmen Selidiki Perbudakan ABK WNI

    Fajar Nugraha - 02 Juni 2020 12:49 WIB
    Tiongkok Kembali Tegaskan Komitmen Selidiki Perbudakan ABK WNI
    Pelarungan di kapal nelayan Tiongkok yang dilaporkan oleh media Korsel, MBC. Foto: Dok MBC
    Jakarta: Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta mengatakan, kasus anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) di kapal ikan Tiongkok, Long Xing 629 masih terus diselidiki. Tiga ABK WNI yang meninggal dimakamkan di tengah laut dan 14 lainnya diduga menjalani kerja paksa.

    Baca: Media Korsel Laporkan Perbudakan WNI di Kapal Tiongkok.

    Konsul Jenderal Kedubes Tiongkok Cai Zhifeng mengatakan, Pemerintah Tiongkok sangat menganggap penting masalah yang melibatkan ABK WNI ini. Pihak Tiongkok sedang menjaga komunikasi erat lewat jalur bilateral dan sudah memberitahukan pihak Indonesia mengenai perkembangan investigasi.

    “Setahu saya pemerintah lokal yang bersangkutan sudah membentuk tim khusus untuk melakukan investigasi,” ujar Cai Zhifeng, dalam konferensi pers virtual Kedubes Tiongkok, Selasa, 2 Juni 2020.

    “Kami berharap dan percaya bahwa atas investigasi yang komprehensif, berdasarkan fakta, dan melalui negosiasi persahabatan bilateral, masalah terkait ABK WNI akan diselesaikan secepat mungkin sesuai dengan hukum, peraturan serta kontrak komersial yang relevan,” imbuhnya.

    Kabar mengenai kondisi ABK WNI ini muncul di media Korea Selatan (Korsel) MBC News, Selasa, 5 Mei 2020, para ABK WNI berada dalam lingkungan seperti perbudakan. Berdasarkan pengakuan mereka, para WNI bekerja berdiri selama 30 jam sehari untuk menangkap ikan.
     
    "Waktu kerjanya, kita berdiri 30 jam. Setiap enam jam makan. Di jam makan ini kami memanfaatkannya untuk duduk," kata seorang ABK WNI.

    Para WNI tersebut mengakui mereka didiskriminasi. Misalnya, mereka diminta minum dengan air laut yang disuling. Padahal, para ABK Tiongkok minum air botolan dari darat.

    Pemerintah Indonesia telah memprotes insiden pelarungan anak buah kapal asal Indonesia yang bekerja di kapal Long Xing. Salah satu protes dilayangkan Duta Besar Indonesia di Beijing kepada Direktur Jenderal Asia dari Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada Sabtu 9 Mei.

    Baca: Tiongkok Janji Usut Tuntas Kasus Pelarungan ABK WNI.

    "Dari pertemuan di Beijing, Kemenlu Tiongkok mengatakan bahwa mereka memberikan perhatian khusus atas kejadian tersebut. Tiongkok juga mengaku sedang melakukan investigasi terhadap perusahaan perikanan Tiongkok yang mempekerjakan ABK WNI tersebut," ucap Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers virtual dari Jakarta, Minggu 10 Mei 2020.
     
    Menlu Retno menegaskan bahwa kasus pelarungan ini akan ditindaklanjuti secara tegas melalui jalur hukum secara paralel, baik oleh Pemerintah RI maupun Tiongkk. Ini artinya penyelidikan akan berlangsung beriringan di dua negara.


    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id