Vietnam Ingin Produksi Vaksin Covid-19 untuk Didonasikan ke COVAX

    Willy Haryono - 01 Juni 2021 11:50 WIB
    Vietnam Ingin Produksi Vaksin Covid-19 untuk Didonasikan ke COVAX
    Kotak bantuan berisi vaksin Covid-19 dari skema berbagi COVAX. (AFP)



    Hanoi: Pemerintah Vietnam berencana membeli teknologi vaksin Covid-19 dan ingin membangun sebuah pabrik khusus untuk melakukan produksi dalam negeri. Nantinya, vaksin Covid-19 yang diproduksi di Vietnam akan didonasikan ke skema berbagi COVAX.

    Pernyataan disampaikan Kementerian Kesehatan Vietnam pada Selasa, 1 Juni 2021, di saat negara tersebut sedang berusaha meningkatkan program vaksinasi Covid-19.

     



    India dan Afrika Selatan merupakan dua dari sejumlah negara berkembang yang berusaha mendapatkan hak produksi sejumlah vaksin Covid-19. Meski pemerintah Amerika Serikat mendukung pemberian izin produksi vaksin, dialog mengenai isu tersebut di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) gagal mencapai terobosan.

    "Vietnam akan membangun pabrik dan ingin menerima hak paten, sehingga nantinya bisa memasok vaksin kepada COVAX dan negara-negara lain, termasuk juga untuk kebutuhan Vietnam sendiri," ujar pihak kementerian, dilansir dari laman The Straits Times.

    Selain berusaha memperoleh hak paten, Vietnam juga sedang berusaha mencapai kesepakatan dengan sejumlah perusahaan dalam mengamankan tambahan pasokan vaksin Covid-19. Vietnam ingin mendorong program vaksinasi di tengah melonjaknya jumlah kasus harian Covid-19 hingga lebih dari dua kali lioat dalam sebulan terakhir.

    Dengan total penduduk sekitar 98 jiwa, Vietnam sejauh ini telah menerima 2,9 juta dosis vaksin Covid-19, termasuk 2,6 yang didapat dari COVAX.

    Di kawasan Asia Tenggara, Vietnam dipandang sebagai negara yang lebih baik dalam menangani pandemi Covid-19 dibanding beberapa negara tetangganya. Hingga Selasa pagi ini, total kasus Covid-19 di Vietnam mencapai 7.432 dengan 47 kematian.

    Meski relatif rendah dibanding negara-negara tetangga, Vietnam khawatir akan terjadi ledakan kasus Covid-19. Kekhawatiran didasarkan kemunculan beberapa varian Covid-19, termasuk jenis hibrida.

    Beberapa hari lalu, Kemenkes Vietnam mengonfirmasi kemunculan mutasi hibrida yang merupakan gabungan dari varian India dan Inggris.

    Baca:  WHO Gunakan Alfabet Yunani untuk Labeli Varian Covid-19

    Vaksin Slank untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

     

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id