Peneliti Indonesia dan Inggris Buat Kemajuan Penelitian Vaksin Covid-19

    Fajar Nugraha - 15 Oktober 2020 08:59 WIB
    Peneliti Indonesia dan Inggris Buat Kemajuan Penelitian Vaksin Covid-19
    Menlu Retno Marsudi saat melakukan pertemuan dengan Menlu Inggris Dominic Raab. Foto: Kedubes Inggris
    Jakarta: Duta Besar Kerajaan Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins suarakan bahwa vaksin covid-19 harus dapat diakses dan terjangkau semua negara. Hal ini senada dengan sikap pemerintah Indonesia.

    Dubes Jenkins menyambut baik hasil kunjungan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi ke Inggris untuk melakukan Menlu Dominic Raab dan menghasilkan kesepakatan ketersediaan vaksin covid-19 dengan perusahaan farmasi AstraZeneca.

    Baca: Menlu Retno Bahas Pengembangan Vaksin Covid-19 dengan Inggris.

    Menurut Dubes Jenkins kunjungan Menlu Retno berlangsung produktif di London. Hanya diperbolehkan kunjugan paling penting bisa masuk ke Inggris, kunjungan Menlu Retno salah satunya.

    “Kemitraan erat antara pemerintahan Kerajaan Inggris Raya dan Indonesia di bidang kesehatan, penelitian dan inovasi telah membuka jalan untuk pengumuman hari ini,” ujar Dubes Jenkins dalam keterangannya melalui video pada Rabu 14 Oktober 2020, yang diterima dari Kedubes Inggris, Kamis 15 Oktober 2020.

    “Kerajaan Inggris Raya dan Indonesia telah memperjelas suatu fakta penting bahwa tidak ada yang aman hingga semua orang aman dari covid-19. Sehingga vaksin harus dapat diakses dan terjangkau untuk semua negara,” jelasnya.

    “Kerja sama kami dibangun dengan hubungan yang kuat antara peneliti Indonesia dan Kerajaan Inggris Raya melalui program seperti Newton Fund. Bersama-sama kita bisa dan sedang membuat kemajuan,” imbuh Dubes Jenkins.

    Mengenai pertemuan antara Menlu Retno dan Menlu Raab, Dubes yang mulai fasih berbahasa Indonesia ini menilai pentingnya koalisi peran multilateral dalam menghadapi pandemi.

    Baca: 100 Juta Vaksin Covid-19 Disediakan AstraZeneca untuk Indonesia di 2021.

    “Pembicaraan penting antara kedua Menlu termasuk covid-19, dan pentingnya COVAX (koalisi vaksin dunia bentukan WHO) serta respons multilateral. Kita tidak bisa menjadikan ini sebuah kompetisi ketika menghadapi cobaan yang sama,” ucap Dubes Jenkins.

    Selain isu covid-19, kedua menlu juga berbicara  ancaman mendesak dari perubahan iklim dan bagaimana memanfaatkan setiap peluang dalam krisis. Kali ini tentuya untuk membangun kembali dengan lebih baik, sehingga pertumbuhan lebih aman dari sebelumnya.

    Mereka juga membicarakan bagaimana kedua negara dapat mengupayakan kemakmuran dan kemitraan masa depan bersama melalui kerja sama yang erat dengan ASEAN.

    (OGI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id