Perayaan Natal di Eropa akan Dibatasi akibat Covid-19

    Marcheilla Ariesta - 02 Desember 2020 16:03 WIB
    Perayaan Natal di Eropa akan Dibatasi akibat Covid-19
    Seorang perempuan yang memakai masker berjalan di salah satu sudut kota Moskow, Rusia pada 25 November 2020. (Dimitar DILKOFF/AFP)
    Jakarta: Perayaan Natal di seluruh dunia tahun ini akan berlangsung di tengah pandemi virus korona (covid-19). Beberapa negara, termasuk di benua Eropa, melarang warganya untuk berkumpul dalam jumlah besar demi mencegah bertambahnya infeksi covid-19.

    "Ini adalah masalah sensitif di banyak negara Uni Eropa. Beberapa kebijakan di negara anggota kami berbeda-beda," kata Duta Besar Uni Eropa untuk ASEAN, Igor Driesman, dalam jumpa pers virtual, Rabu, 2 Desember 2020.

    "Semua tergantung wilayah dan sejauh mana penyebaran virusnya," imbuh dia.

    Ia mengatakan bahwa di negara asalnya, Belgia, perayaan Natal dapat tetap dilaksanakan. Namun, ada pembatasan tertentu yang diberlakukan pemerintah untuk mencegah infeksi covid-19.

    "Jumlah orang yang dapat diundang ke rumah sangat terbatas," imbuhnya.

    Pekan lalu, Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen mengatakan, vaksinasi perdana covid-19 kemungkinan akan dilakukan di tengah momen liburan Natal.

    Baca:  Uni Eropa akan Mulai Vaksinasi Covid-19 Saat Natal

    Von der Leyen mendesak warga Eropa untuk tetap menghormati berbagai pembatasan, walau kebijakan tersebut memang merugikan terhadap sektor bisnis dan perekonomian.

    Terdapat beberapa negara lain di Eropa yang berencana melonggarkan pembatasan, salah satunya menambah jumlah orang yang hendak bersosialisasi dan mengizinkan orang untuk bepergian dari satu tempat ke tempat lain.

    Sebagian negara Eropa lainnya masih menimbang-nimbang untuk menentukan seberapa jauh dapat mengurangi pembatasan covid-19.

    Sementara itu, Kanselir Jerman Angela Merkel ingin semua resor di seluruh Eropa ditutup selama Natal. Namun, Austria dan Swiss tidak siap melakukannya.

    Kedua negara itu sangat bergantung pada sektor pariwisata dalam mendulang pendapatan. Austria dan Swiss mengatakan kereta gantung, restoran, dan bar akan tetap beroperasi, tetapi dengan protokol kesehatan yang ketat, terutama memakai masker.

    Prancis melonggarkan pemabatan covid-19 secara bertahap menjelang liburan. Setelah 15 Desember, penguncian luas yang berlaku saat ini di Prancis akan dicabut, tetapi jam malam akan tetap diberlakukan antara pukul 21.00 hingga 07.00, kecuali pada Malam Natal dan Malam Tahun Baru.


    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id