Partai Aung San Suu Kyi Menang Telak di Pemilu Myanmar

    Marcheilla Ariesta - 13 November 2020 14:27 WIB
    Partai Aung San Suu Kyi Menang Telak di Pemilu Myanmar
    Aung San Suu Kyi saat memberikan suara dalam Pemilu Myanmar. Foto: AFP
    Yangon: Partai pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi memenangkan kursi parlemen untuk membentuk pemerintahan selanjutnya. Kemenangan berdasarkan hasil pemilihan umum resmi diumumkan hari ini, Jumat, 13 November 2020.

    Hasil terbaru dari pemungutan suara pada Minggu kemarin mengkonfirmasi Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) telah mengamankan 322 kursi di badan legislatif bikameral (parlemen dua kamar) yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan.

    NLD telah mengambil 346 dari 412 kursi yang diumumkan. Sementara hasil 64 kursi lainnya belum diumumkan.

    Kemenangan telak ini menjadi dorongan bagi Suu Kyi untuk berjuang memenuhi harapan publik yang tinggi. Di periode pertamanya, ia menghadapi berbagai gejolak, salah satunya mengenai situasi di Rakhine State.

    Kini, ia ditugaskan mengembangkan negara yang telah menderita hampir 50 tahun isolasi di bawah pemerintahan militer yang ketat. Bahkan pemerintahannya diharuskan mengatur keterlibatan militer, khususnya di bidang keamanan dan pertahanan.

    Semua masih berada di bawah konstitusi yang dirancang selama pemerintahan para jenderal.

    NLD menang dengan selisih yang sama dalam pemilihan terakhir pada 2015 silam. Tahun itu merupakan pemungutan suara bebas pertama sejak berakhirnya kekuasaan militer.

    Kali ini, pemungutan suara dilihat sebagai referendum pada pemerintahan Suu Kyi, yang sangat populer di dalam negeri. Sayangnya, reputasinya di luar negeri tercoreng akibat tuduhan 'pembantaian' terhadap minoritas Muslim Rohingya di Myanmar.

    Partai oposisi utama, Partai Pembangunan dan Solidaritas Persatuan (USDP) yang didukung militer, telah memenangkan 24 kursi.

    USDP mengajukan keberatan dan menuntut pemungutan suara baru sesegera mungkin. "Kita harus menyelenggarakan pemilu yang bebas, adil, tidak bias, dan bebas dari kampanye yang tidak adil," ujar salah seorang juru bicara USDP, dilansir dari Malay Mail, Jumat 13 November 2020.

    Sementara itu, pengamat internasional dan domestik menyebutkan pemungutan suara berjalan lancar dan tanpa penyimpangan. Komisi pemilihan juga mengatakan tuduhan penyimpangan berasal dari minoritas peserta pemilu.

    NLD menuntut adanya bukti kesalahan. Sementara militer, lewat pernyataannya, mengatakan pemilihan telah dilakukan dengan sukses.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id