Bebas dari Tuduhan Pencurian, Parti Liyani Kembali ke Indonesia

    Fajar Nugraha - 27 Januari 2021 18:07 WIB
    Bebas dari Tuduhan Pencurian, Parti Liyani Kembali ke Indonesia
    Parti Liyani (jaket denim) bertarung di pengadilan Singapura untuk bersihkan namanya. Foto: Channel News Asia
    Singapura: Parti Liyani, mantan asisten rumah tangga mantan CEO Grup Bandara Changi Liew Mun Leong, kembali ke Indonesia pada Rabu 27 Januari. Namun dia akan kembali ke Singapura menjelang proses yang sedang berlangsung ke kejaksaan dalam kasus dugaan pencurian.

    Pengacara Remy Choo Zheng Xi dan Peter Low, yang mewakili Parti di pengadilan melawan dua wakil jaksa penuntut umum, mengonfirmasi dengan Channel News Asia bahwa dia telah meninggalkan negara itu.

    Baca: Keadilan Ditegakkan untuk WNI Parti Liyani di Singapura.

    Mereka menambahkan bahwa dia akan kembali ke Singapura sebelum proses yang sedang berlangsung. Laporan sebelumnya menyatakan bahwa pengadilan disiplin telah diadakan untuk menyelidiki tuduhan pelanggaran oleh Wakil Jaksa Penuntut Umum Tan Yanying dan Tan Wee Hao dalam menangani pengadilan pencurian Parti.

    Dia dituduh mencuri dari keluarga Liew dan awalnya dihukum, tetapi kemudian dibebaskan oleh Pengadilan Tinggi dari semua tuduhan pencurian. Tuduhan yang tersisa kemudian ditarik, dan dia menuduh bahwa penuntut telah menyembunyikan fakta dan menyesatkan pengadilan.

    Liew kemudian mengundurkan diri dari semua peran publiknya dan putranya Karl Liew didakwa di pengadilan karena memberikan bukti dan informasi palsu dalam kasus tersebut.

    Baca: Dibebaskan dari Dakwaan Pencurian, WNI Tuntut Balik Jaksa Singapura.

    Dalam sebuah posting Facebook pada Rabu, relawan HOME (Organisasi Kemanusiaan untuk Ekonomi Migrasi) Stephanie Chok membagikan foto Parti di bandara dengan beberapa orang lainnya.

    “Kami sangat bahagia dan lega sehingga Parti akhirnya bisa pulang dan bertemu kembali dengan ibu dan orang yang dicintainya. Terlebih setelah empat tahun setelah cobaan berat nya dimulai,” ujar Chok, seperti dikutip Channel News Asia, Rabu 27 Januari 2021.

    Parti bekerja untuk keluarga Liew dari 2007 hingga 2016, telah dihukum oleh pengadilan yang lebih rendah karena dituduh mencuri barang-barang mereka senilai lebih dari USD34.000 atau sekitar Rp507 juta.
     
    Hakim Chan Seng Onn yang membebaskan Parti, telah mempertanyakan beberapa tuduhan tentang bagaimana kasus tersebut ditangani. Hakim Chan mencatat bahwa keluarga Liew bisa saja termotivasi untuk menghentikan pekerjaan Parti secara tiba-tiba dan mengajukan laporan polisi untuk mencegahnya melaporkan penempatan ilegalnya untuk bekerja di rumah dan kantor putra Liew.
     
    Hakim juga menemukan ada putusnya rantai pengawasan barang bukti. Hal ini menimbulkan keraguan yang masuk akal, apakah beberapa barang yang diduga dicuri yang ditemukan oleh keluarga tersebut didokumentasikan secara akurat oleh foto-foto yang diambil oleh polisi sekitar lima minggu kemudian.
     
    Hakim Chan juga menemukan bahwa dua pernyataan diambil dari Parti tanpa penerjemah. Pengacaranya, Anil Balchandani, mengatakan kepada Hakim Chan pada Selasa 27 Oktober 2020 bahwa sebenernya dirinya sebagai pengacara awalnya berencana untuk mendekati Liew dan keluarganya secara langsung untuk mendapatkan kompensasi.
     
    Namun instruksi kliennya adalah "jangan menambah lebih banyak masalah (kepada Liew), karena dia (telah) mengundurkan diri dari berbagai posisi di Grup Bandara Changi dan Surbana Jurong setelah dia dibebaskan”.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id