AS Masih Pertimbangkan Pelabelan Houthi sebagai Grup Teroris

    Willy Haryono - 23 November 2020 16:00 WIB
    AS Masih Pertimbangkan Pelabelan Houthi sebagai Grup Teroris
    Penasihat Keamanan Nasional AS, Robert O Brien. (AFP/Getty/Saul Loeb)
    Jakarta: Pemberontak Houthi masih menguasai sebagian wilayah Yaman sejak konflik di wilayah tersebut meletus sejak tahun 2014. Pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman dan Houthi hingga saat ini telah menewaskan ribuan orang dan membuat jutaan lainnya telantar dan kehilangan tempat tinggal.

    Arab Saudi, negara yang membentuk koalisi militer melawan Houthi, mendorong Amerika Serikat untuk melabeli pemberontak tersebut sebagai organisasi teroris. Pelabelan diharapkan dapat membatasi ruang gerak Houthi, termasuk mengenai aliran dana dan senjata dari pihak-pihak tertentu.

    Namun hingga saat ini, AS belum memutuskan hal tersebut.

    "Situasi di Yaman benar-benar sulit. Ada banyak kematian dan kehancuran. Tapi kami mengawasi situasi di sana secara seksama. Kami masih mempertimbangkan apakah akan melabeli Houthi sebagai organisasi teroris asing atau tidak," kata Penasihat Keamanan Nasional AS Robert O'Brien dalam telekonferensi dari Manila, Filipina pada Senin, 23 November 2020.

    "Kami masih membuka semua opsi," sambungnya.

    Baca:  Houthi Klaim Telah Serang Fasilitas Aramco di Jeddah

    Selain soal pelabelan status Houthi, O'Brien mengatakan bahwa AS juga mengawasi jalannya proses perdamaian di Yaman yang sedang diupayakan sejumlah pihak, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa.

    Beberapa putaran dialog damai konflik Yaman sudah pernah dilakukan, meski belum membuahkan hasil berarti. PBB terus menyuarakan gencatan senjata permanen, agar krisis kemanusiaan di Yaman dapat segera berakhir.

    Seruan pelabelan Houthi sebagai grup teroris asing ditujukan Saudi kepada Joe Biden, tokoh Partai Demokrat yang akan dilantik sebagai presiden baru AS pada Januari 2021. Riyadh meyakini Washington akan tetap menjalankan kebijakan yang menjamin stabilitas di kawasan Timur Tengah.

    "Kita semua tahu persenjataan mereka (Houthi), dan bagian signifikan dari ideologi mereka datang dari Iran. Jadi, mereka sudah jelas adalah organisasi teroris yang didukung kekuatan asing," tutur Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud beberapa hari lalu.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id