Kemenlu Selidiki Dugaaan Keterlibatan Dua WNI Terkait Bom di Filipina

    Marcheilla Ariesta - 04 September 2020 13:17 WIB
    Kemenlu Selidiki Dugaaan Keterlibatan Dua WNI Terkait Bom di Filipina
    Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kemenlu, Judha Nugraha. Foto: Dok.Kemenlu RI
    Jakarta: Kementerian Luar Negeri RI mengetahui keberadaan selebaran buron pelaku pengeboman di Jolo, Filipina. Dalam selebaran tersebut, dua warga negara Indonesia diduga terkait dengan aksi serangan di selatan Filipina.

    Baca: Filipina Tuding Perempuan Indonesia Pelaku Bom Bunuh Diri di Jolo.

    "Kita telah mengetahui dan memantau mengenai selebaran yang telah disirkulasikan oleh otoritas Filipina, mengenai dugaan dua WNI yang diduga terkait peristiwa ledakan bom di Filipina selatan," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kemenlu, Judha Nugraha, Jumat, 4 September 2020.

    Judha mengatakan pemerintah Indonesia melalui KBRI Manila dan KJRI Davao telah berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk meminta informasi yang lebih detail.

    Sementara itu, imbuh Judha, pihaknya telah berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait di dalam negeri untuk menelusuri dua WNI tersebut, termasuk mengenai status kewarganegaraan mereka.

    "Dan juga mengenai rekam jejak mereka selama di Indonesia," imbuh Judha dalam jumpa pers virtual.

    Saat ini, imbuh Judha, otoritas Filipina telah melakukan penyelidikan mengenai peristiwa pengeboman di Jolo. Mereka memastikan dan mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa yang menewaskan 10 orang termasuk warga sipil tersebut.

    Bom meledak pada 24 Agustus lalu di kota Jolo, Filipina. Komandan militer regional Letnan Jenderal Corleto Vinluan mengatakan, ada lima tentara dan empat warga sipil yang tewas dalam serangan pertama di siang hari.

    Bom dipasang di sebuah sepeda motor dekat dua truk tentara yang tengah di parkir depan toko bahan makanan dan toko komputer.

    Ledakan kedua terjadi tak jauh dari lokasi pertama, yang diduga menggunakan 'pengantin' perempuan sebagai penyerang bunuh diri. Insiden ini terjadi sejam setelah ledakan pertama dan menewaskan pelaku serta seorang tentara.

    Baca: Pelaku Bom Filipina Bukan WNI.

    Sebelumnya, seorang pelaku pengeboman diduga sebagai perempuan Indonesia yang merupakan istri dari pelaku pengeboman di Jolo tahun sebelumnya. Namun, menurut pihak Filipina, pelaku pengeboman sudah diidentifikasi sebagai warga negara mereka.


    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id