Thailand Tangkap Para Petinggi Aktivis Anti Pemerintah

    Fajar Nugraha - 15 Oktober 2020 14:43 WIB
    Thailand Tangkap Para Petinggi Aktivis Anti Pemerintah
    Aktivis antipemerintah Thailand ditangkap pihak kepolisian. Foto: AFP
    Bangkok: Polisi Thailand menangkap lebih dari 20 orang yang dianggap melanggar status darurat baru pada Kamis 15 Oktober 2020. Aktivis pro-demokrasi melaporkan segelintir pemimpin terkenal termasuk di antara mereka yang ditahan.

    Baca: Hadapi Protes, Pemerintah Thailand Umumkan Status Keadaan Darurat.

    Penangkapan itu terjadi setelah ribuan orang berkumpul di Bangkok, termasuk di rute iring-iringan mobil kerajaan, dengan banyak yang mengangkat tiga jari menantang. Tanda salut, yang dipinjam dari buku dan film ‘Hunger Games’, dimanfaatkan oleh gerakan yang dipimpin pemuda sebagai simbol yang menyerukan perubahan demokratis

    Beberapa pengunjuk rasa juga menuntut reformasi monarki kerajaan. Masalah yang dulunya tabu karena undang-undang pencemaran nama baik kerajaan yang ketat atau lese majeste.

    Demonstrasi anti-pemerintah berlanjut sepanjang malam dan sebelum Kamis subuh pihak berwenang mengeluarkan keputusan darurat yang melarang pertemuan lebih dari empat orang di Bangkok.

    “Sebanyak 22 orang telah ditangkap dan ditahan di Markas Besar Patroli Perbatasan," kata juru bicara Kepolisian Nasional Yingyos Thepjumnong, seperti dikutip AFP, Kamis 15 Oktober 2020.

    ”Para pemimpin mahasiswa yang mengeluarkan seruan untuk protes baru di sore hari, tidak akan diizinkan untuk melakukan unjuk rasa. Jika ada aksi unjuk rasa, kami akan memberikan peringatan pertama dan memberi mereka waktu untuk bubar," ujarnya, seraya menambahkan bahwa pos pemeriksaan keamanan akan didirikan di sekitar lokasi aksi, dan persimpangan pusat Kota Ratchaprasong.

    Beberapa saat sebelum penangkapannya disiarkan langsung, pemimpin mahasiswa terkemuka Panusaya Sithijirawattanakul mengatakan, pengacara hak asasi manusia Anon Numpa dan pemimpin mahasiswa Parit Chiwarak, yang lebih dikenal sebagai "Penguin" termasuk di antara yang ditahan.

    Langkah-langkah baru -,yang memperluas cakupan keadaan darurat yang diberlakukan di Thailand untuk mengendalikan pandemi virus korona,- memungkinkan polisi untuk menangkap mereka yang terlibat dalam protes.

    Mereka juga melarang postingan online yang dianggap mengancam keamanan nasional dan memberikan wewenang kepada pihak berwenang untuk menyita 'peralatan komunikasi elektronik, data, dan senjata yang diduga menyebabkan situasi darurat'.

    Tagar trending teratas di Twitter Thailand adalah '15 Oktober To Ratchaprasong'. Persimpangan lalu lintas Ratchaprasong adalah tempat penumpasan besar-besaran pada 2010, di mana militer menembak mati sejumlah pengunjuk rasa ‘Kaus Merah’.


    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id