comscore

Pimpin Pertemuan COVAX, Menlu Retno Dorong Percepatan Vaksinasi Global

Willy Haryono - 08 Juni 2022 22:48 WIB
Pimpin Pertemuan COVAX, Menlu Retno Dorong Percepatan Vaksinasi Global
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat memimpin pertemuan COVAX secara daring, Rabu, 8 Juni 2022. (Kemenenlu RI)
Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bersama dengan Menteri Pembangunan Internasional Kanada dan Menteri Kesehatan Ethiopia, kembali memimpin pertemuan COVAX Advance Market Commitment Engagement Group (AMC EG) secara virtual pada Rabu, 8 Juni 2022.

Dalam kesempatan tersebut, Menlu Retno menyampaikan bahwa saat ini dunia tengah menyaksikan tren positif terkait pandemi Covid-19. yaitu jumlah kasus baru dan korban jiwa yang terus melandai. 
Secara global, hampir 12 miliar dosis vaksin Covid-19 telah disuntikkan, dan pasokan yang tersedia saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi global.

Pencapaian ini tak lepas dari peran COVAX sekaligus menjadi bukti bahwa  multilateralisme dapat membuahkan hasil.

Namun demikian, tugas COVAX belum selesai, pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Kesenjangan vaksinasi masih terjadi meski pun pasokan vaksin global sudah memadai.

"Kesenjangan vaksin masih terjadi. Banyak orang dengan risiko tinggi di negara berpendapatan rendah belum divaksin. Jumlah dosis vaksin yang tersedia masih belum bisa diimbangi oleh tingkat penyerapannya," kata Menlu Retno, dalam keterangan di situs Kementerian Luar Negeri.

Mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo pada COVAX AMC Summit bulan April 2022, penting untuk segera mendorong vaksin menjadi vaksinasi. 

Untuk itu, lanjut Menlu Retno, diperlukan pembaharuan fokus global kepada dua hal penting, yaitu memberi prioritas pendanaan pada upaya vaksinasi, dan mengintegrasikan vaksinasi Covid-19 ke dalam intervensi kesehatan lainnya.

Lebih lanjut Menlu Retno menegaskan bahwa COVAX saat ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari arsitektur kesehatan global. 

Keberadaan COVAX menjadi penting karena dua hal, yaitu perlu dipeliharanya solidaritas multi-pemangku kepentingan di tingkat global, dan perlu dilestarikannya akses yang setara terhadap solusi kesehatan, khususnya bagi negara-negara berkembang.

"Ini adalah alasan fundamental kenapa COVAX harus terus ada setelah 2022 dan usai pandemi," tegas Menlu Retno.

COVAX AMC merupakan mekanisme global yang bertujuan menyalurkan vaksin secara gratis kepada negara anggotanya, yaitu 92 negara berpendapatan menengah ke bawah dan berpendapatan rendah. Hingga tanggal 3 April 2022, Indonesia telah menerima 130.662.975 dosis vaksin dari skema mekanisme COVAX AMC ini maupun skema dose-sharing bilateral.

Secara keseluruhan, COVAX sendiri hingga kini telah mengirimkan 1.5 miliar dosis vaksin ke 144 negara, dan 88% di antaranya dikirimkan ke 87 negara AMC. 

Baca:  Menlu RI Kembali Tekankan Kesetaraan Vaksinasi di Pertemuan COVAX 2022

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id