PM Malaysia: Anwar Perlu Buktikan Dukungan dari Mayoritas Parlemen

    Fajar Nugraha - 24 September 2020 07:22 WIB
    PM Malaysia: Anwar Perlu Buktikan Dukungan dari Mayoritas Parlemen
    Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin berjuang selamatkan pemerintahannya. Foto: AFP
    Kuala Lumpur: Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengatakan bahwa pemimpin oposisi Anwar Ibrahim perlu membuktikan bahwa dia mendapat cukup dukungan dari anggota parlemen (MP) untuk membentuk pemerintahan baru. Muhyiddin kembali menegaskan bahwa  dia tetap menjadi "perdana menteri yang sah" Malaysia.

    Baca: Anwar Ibrahim Banyak Didukung Politikus Partai Musuh.

    Muhyiddin merilis pernyataan pers pada Rabu 23 September, beberapa jam setelah Anwar mengumumkan bahwa ia telah mengumpulkan "mayoritas yang kuat, tangguh, dan meyakinkan" untuk membentuk pemerintahan baru. Anwar juga mengklaim bahwa pemerintahan saat ini yang dipimpin oleh Muhyiddin telah jatuh.

    Anwar tidak mengungkapkan daftar anggota parlemen yang bersamanya dan mengatakan bahwa dia hanya akan melakukannya setelah audiensi kerajaan.

    “Tuduhan ini sekarang perlu dibuktikan melalui proses dan metode yang ditentukan oleh Konstitusi Federal. Tanpa proses tersebut, pernyataan Anwar hanyalah tuduhan belaka. Sampai terbukti sebaliknya, pemerintah Perikatan Nasional tetap teguh dan saya Perdana Menteri yang sah,” tegas Muhyiddin, seperti dikutip Channel News Asia, Kamis 24 September 2020.

    "Saya menyerukan kepada warga agar tetap tenang dalam situasi ini. Insya Allah masalah ini akan ditangani dengan baik sesuai proses hukum dan konstitusi Federal," tambahnya.

    Dalam pernyataan terpisah, Istana Negara meminta warga Malaysia untuk tetap tenang karena negara itu masih memerangi pandemi covid-19.

    "Raja ingin mengambil kesempatan ini untuk mendorong semua warga Malaysia agar tetap tenang dan menjaga kesehatan mereka sambil mematuhi prosedur operasi standar kesehatan karena Malaysia masih menghadapi bahaya covid-19," kata pernyataan Istana.

    Pernyataan pihak Istana Negara juga menyebutkan bahwa raja telah mendesak semua pihak untuk memprioritaskan kesejahteraan rakyat di atas segalanya, terutama selama masa covid-19.

    Istana membenarkan bahwa raja dijadwalkan bertemu dengan Anwar pada Selasa. Dikatakan bahwa pertemuan itu ditunda karena raja jatuh sakit dan menjalani perawatan di National Heart Institute.

    Dalam pidato sebelumnya yang disiarkan televisi pada  Rabu, Muhyiddin mengimbau warga Malaysia untuk menolak "tindakan buta" dari sekelompok kecil politisi yang menurutnya merusak stabilitas politik negara.

    Baca: Muhyiddin: Saya Tetap Perdana Menteri Malaysia.

    Dia mengatakan yang penting sekarang adalah pemerintahan yang stabil dan kuat yang didukung oleh rakyat. “Ini penting agar berbagai inisiatif untuk memulihkan perekonomian dan membantu masyarakat dapat dilaksanakan secara efektif oleh pemerintah,” ujarnya saat memberikan sambutan.

    "Oleh karena itu, saya memohon kepada rakyat untuk menolak tindakan buta dari politisi tertentu yang dengan sengaja bermaksud untuk mempengaruhi stabilitas politik bangsa serta rencana pemulihan ekonomi yang sedang dilaksanakan dengan baik saat ini,” ucap Muhyiddin.

    “Insya Allah kita bisa membentuk masa depan yang lebih baik. Saya yakin dan percaya pada kekuatan semangat kita sebagai orang Malaysia. Semoga paket Kita Prihatin (bantuan masa pandemi) ini membawa manfaat yang besar bagi Anda,” pungkas Muhyiddin.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id