comscore

Pengamat: Jokowi Berani Tegas di Hadapan Biden Terkait Perang Rusia-Ukraina

Fajar Nugraha - 15 Mei 2022 16:06 WIB
Pengamat: Jokowi Berani Tegas di Hadapan Biden Terkait Perang Rusia-Ukraina
Presiden Joko Widodo pada KTT ASEAN-AS tegaskan perang di Ukraina harus dihentikan. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev
Jakarta: Dalam KTT Khusus ASEAN-AS yang digelar di Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Washington, Jumat 13 Mei 2022 Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerukan perang di Ukraina agar segera dihentikan. Presiden tegas menyuarakan sikap Indonesia di hadapan Presiden AS Joe Biden.

Baca: KTT ASEAN-AS, Presiden Jokowi Dorong Perang di Ukraina Segera Dihentikan.
“Ini merupakan keberanian tersendiri bagi Indonesia untuk menegaskan politik luar negeri bebas aktif dihadapan Presiden AS Joe Biden dan jajaran birokrasinya,” ujar Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana dalam keterangan tertulisnya, Minggu 15 Mei 2022.

“Presiden Jokowi seolah tidak memiliki beban untuk menyampaikan di tengah harapan AS kepada negara-negara ASEAN untuk mengekor kebijakan AS mengutuk serangan Rusia ke Ukraina,” tegasnya.

Dalam seruan Presiden Jokowi untuk menghentikan perang, beliau tidak menyebut apakah perang tersebut salah karena melanggar hukum internasional atau perang yang dapat dibenarkan.

Presiden juga tidak menggunakan istilah 'invasi' atas serangan Rusia ke Ukraina sebagaimana AS dan sekutunya mengistilahkan.

Bahkan Presiden berani menyampaikan "Saat dunia membutuhkan kerja sama dan kolaborasi, justru rivalitas dan konfrontasi makin menajam. Saat dunia membutuhkan multilateralisme yang makin kokoh, justru unilateralisme yang makin mengemuka."

Pernyataan tersebut jelas ditujukan kepada pihak-pihak yang berseteru dalam perkembangan perang di Ukraina yaitu AS dan sekutunya yang berhadapan dengan Rusia.

Presiden Jokowi hendak menegaskan bagi Indonesia yang menjalankan politik luar negeri bebas aktif maka yang dikedepenkan adalah perdamaian dunia dan menghentikan segala tragedi kemanusiaan yang salah satunya diakibatkan oleh perang.

Apa yang disampaikan oleh Presiden Jokowi juga dalam rangka menolak ajakan AS untuk menghadapi Tiongkok dengan berbagai bantuan dana AS kepada negara ASEAN dibidang infrastruktur, keamanan maritim dan penaggulangan covid-19.

Bagi Indonesia semua negara adalah sahabat, termasuk AS dan Tiongkok serta bersedia untuk menerima apapun bantuan dalam rangka pembangunan di Indonesia dan kebaikan kawasan.

“Presiden Jokowi beruntung saat datang dan selama berada di AS tidak diistimewakan oleh Pemerintah AS sehingga dapat menyuarakan secara lantang posisi Indonesia tanpa beban apapun,” pungkasnya.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id