UNHCR Imbau Pengungsi Rohingya di Malaysia Uji Covid-19

    Marcheilla Ariesta - 20 Maret 2020 16:47 WIB
    UNHCR Imbau Pengungsi Rohingya di Malaysia Uji Covid-19
    Penyebaran virus korona merebak cepat di luar Tiongkok. Foto: AFP
    Kuala Lumpur: Badan pengungsi PBB (UNHCR) dan tokoh masyarakat Rohingya di Malaysia sedang berupaya agar pengungsi dari Myanmar tersebut mendapatkan pemeriksaan virus korona covid-19. Pasalnya banyak dari etnis Rohingya yang juga mengikuti kegiatan tabligh di Kuala Lumpur.

    Lebih dari 670 kasus di Negeri Jiran berkaitan dengan kegiatan keagamaan tersebut. Sebanyak 16.000 orang dari berbagai negara mengikuti kegiatan tabligh yang berlangsung empat hari itu.

    Pada Kamis 19 Maret 2020, pihak berwenang Malaysia berusaha melacak sekitar 2.000 Rohingya yang menghadiri pertemuan tersebut. Sementara itu, kelompok-kelompok gak asasi mengatakan ada beberapa ratus etnis Rohingya yang hadir.

    Di Malaysia, pengungsi dianggap sebagai imigran ilegal. Aktivis khawatir karena status mereka, mungkin para pengungsi ini takut datang untuk pengujian.

    "Kami telah meningkatkan kesadaran dan telah menyarankan para pengungsi etnis Rohingya untuk dites," ucap Presiden Masyarakat Rohingya di Malaysia Bo Min Naing, dilansir dari Channel News Asia, Jumat 20 Maret 2020.

    Dia memperkirakan ada 400 hingga 600 pengungsi Rohingya yang hadir dalam kegiatan tabligh di Masjid Jamek Sri Petaling, Kuala Lumpur. Bo Min mengatakan telah mengirim pesan suara ke sesama Rohingya untuk segera tes virus korona jika hadir dalam pertemuan akhir bulan lalu tersebut.

    Lilianne Fan, aktivis hak asasi  manusia menambahkan para pemimpin komunitas Muslim Burma yang tinggal di Malaysia sepakat untuk meminta peserta pertemuan di masjid datang untuk melakukan pengujian.

    "Walaupun beberapa di antara mereka mengaku takut melakukan pengujian karena khawatir ditangkap dan berdampak pada yang lainnya," imbuh Lilianne.

    Dalam situs resmi, UNHCR meminta pemerintah untuk tidak menangkap pengungsi atau pencari suaka tanpa dokumen atau dengan dokumen kedaluwarsa yang akan melakukan uji covid-19. UNHCR itu juga telah menulis surat kepada para pemimpin dan mendesak mereka agar bisa mengetes semua pengungsi yang berpartisipasi dalam kegiatan masjid.

    Mereka juga mengimbau para pengungsi ini berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan masjid untuk segera menghubungi otoritas kesehatan tanpa takut ditangkap.

    Sekitar 4.000 dari 14.500 penduduk Malaysia yang hadir belum diuji untuk virus korona. Sementara itu, ada 1.500 peserta lain dari berbagai negara, termasuk Brunei Darussalam, Kamboja, Singapura, Thailand, Vietnam, Indonesia dan Filipina.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id