Warganet Myanmar Buru Pelaku Penembakan Pedemo Tolak Kudeta

    Marcheilla Ariesta - 12 Februari 2021 16:09 WIB
    Warganet Myanmar Buru Pelaku Penembakan Pedemo Tolak Kudeta
    Protes warga Myanmar tolak kudeta militer. Foto: AFP.



    Yangon: Para pendukung demokrasi Myanmar meluncurkan pencarian penembak seorang pengunjuk rasa antikudeta hingga kritis. Pencarian dilakukan di media sosial.

    Alih-alih merayakan ulang tahunnya yang ke-20 pada Kamis kemarin, Mya Thwate Thwate Khaing malah terbaring di ranjang rumah sakit dan mendapat perawatan intensif. Kepalanya ditutup perban.




    Pekerja toko kelontong itu termasuk di antara ratusan ribu orang di seluruh negeri yang mempertaruhkan keselamatan mereka dan turun ke jalan. Mereka marah atas penggulingan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi dalam kudeta militer.

    Dokter mengatakan ia menggunakan mesin untuk bantuan pernapasan. Peluangnya untuk bertahan hidup juga kecil.

    "Peluru menembus tengkoraknya, jadi dia kini dalam kondisi kritis," kata seorang dokter di Naypyidaw dilansir dari AFP, Jumat, 12 Februari 2021.

    Keluarganya yang berjaga di samping tempat tidurnya terlihat hancur dengan keadaan Mya.

    Video grafis yang beredar online tentang Mya Thwate Thwate Khaing jatuh ke tanah dan penonton berebut untuk memberikan pertolongan pertama kepada remaja berambut panjang dengan kaos merah bergambar kartun panda.

    Amnesty International mengatakan telah memverifikasi rekaman insiden itu dan mengatakan "polisi dengan ceroboh menargetkan pengunjuk rasa, tanpa menghormati nyawa atau keselamatan mereka sama sekali".

    "Penggunaan kekerasan mematikan terhadap pengunjuk rasa ,melanggar hukum, dan harus diselidiki secara independen, menyeluruh dan segera," kata Sam Dubberley dari kelompok hak asasi manusia.

    Baca juga: Polisi Myanmar Beralih Dukung Pedemo Penentang Kudeta

    Identitas pria bersenjata itu masih belum diketahui, tetapi pengguna Facebook dan Twitter telah melakukan perburuan secara daring. Beberapa telah mengunggah detail pribadi - termasuk alamat rumah dan lokasi bisnis keluarga - dari seorang pria yang mereka curigai menembakkan peluru.

    Target tersebut membantah tuduhan tersebut dan menyatakan tidak bersalah dalam sebuah unggahan di Facebook.

    "Di Facebook hari ini, saya sangat menyesal melihat foto saya (diambil dari Facebook saya) dibandingkan dengan foto petugas polisi dari penembakan Naypyidaw hari ini," tulis pria itu sebagai tanggapan.

    "Representasi yang keliru ini telah menyebabkan banyak kerusakan," tegas pria itu.

    Protes menentang kudeta militer masih berlanjut di Myanmar. Meskipun militer sudah meminta warga untuk menghentikan aksi, pedemo sepertinya tak takut lagi hadapi militer yang merebut kekuasaan dari Suu Kyi pada 1 Februari.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id