Anwar Ibrahim Dipanggil Polisi Terkait Upaya Pergantian Perdana Menteri

    Marcheilla Ariesta - 15 Oktober 2020 15:14 WIB
    Anwar Ibrahim Dipanggil Polisi Terkait Upaya Pergantian Perdana Menteri
    Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim dipanggil polisi terkait upaya menjadi perdana menteri. Foto: AFP
    Kuala Lumpur: Polisi Malaysia mengatakan telah memanggil pemimpin oposisi, Anwar Ibrahim. Pemanggilan terhadap Anwar untuk membantu penyelidikan atas daftar anggota parlemen yang disebut mendukung upayanya untuk menjadi perdana menteri.

    Baca: Temui Raja, Anwar Ibrahim Tak Cantumkan Nama Politikus Pendukung.

    Anwar bertemu dengan Raja Malaysia Sultan Abdullah dan berupaya menunjukkan dirinya memiliki dukungan mayoritas parlemen yang meyakinkan untuk menggantikan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin dan membentuk pemerintahan baru.

    "Dia (Anwar) telah diminta untuk memberikan pernyataan pada Jumat (besok) atas pengaduan yang diajukan ke polisi mengenai daftar 121 anggota parlemen yang dikatakan mendukungnya dan telah menjadi viral di media sosial," kata Direktur Departemen Investigasi Kriminal Huzir Mohamed dalam sebuah pernyataan.

    "Hingga saat ini, total 13 laporan polisi telah diterima," imbuhnya, dilansir dari Channel News Asia, Kamis, 15 Oktober 2020.

    Polisi tidak merinci keluhan apapun, namun Huzir mengatakan penyelidikan dipandu oleh ketentuan di bawah hukum pidana dan undang-undang multimedia terpisah yang mencakup pernyataan yang dapat menyebabkan 'pelecehan' publik.

    Hukuman untuk pelanggaran tersebut termasuk hukuman penjara hingga dua tahun dan denda. Kantor Anwar tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait hal ini.

    Pada Selasa lalu, usai bertemu dengan raja, Anwar mengatakan memiliki lebih dari 120 dukungan anggota parlemen untuk pencalonannya sebagai perdana menteri. Namun, istana mengatakan dia hanya memberikan jumlah anggota parlemen yang menurutnya mendukung pencalonannya, bukan identitas mereka.

    Baca: Aturan Ketat Covid-19, Raja Malaysia Tunda Pertemuan dengan Tokoh Partai.

    Klaim Anwar untuk jabatan perdana menteri ini telah memicu perselisihan politik baru di Malaysia. Saat ini, Negeri Jiran tengah mengalam resesi terburuk akibat lonjakan kasus virus korona baru-baru ini.

    Jika Anwar berhasil mengamankan pos perdana menteri, ini akan menjadi puncak pencariannya selama 22 tahun untuk mendapatkan jabatan itu. Hal itu juga berarti, Malaysia akan memiliki perdana menteri ketiganya di tahun ini.

    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id