Prabowo Tanda Tangani Kerja Sama Alih Teknologi Pertahanan dengan Jepang

    Fajar Nugraha - 30 Maret 2021 21:29 WIB
    Prabowo Tanda Tangani Kerja Sama Alih Teknologi Pertahanan dengan Jepang
    Pertemuan 2+2 Indonesia dan Jepang di Tokyo, 30 Maret 2021. Foto: Kemenlu RI



    Tokyo: Indonesia dan Jepang sepakat untuk melakukan kerja sama luas dalam bidang pertahanan. Salah satu yang penting adalah transfer teknologi pertahanan dari Jepang ke Indonesia.

    Kesepakatan itu diraih pada pertemuan 2+2 (two plus two) antara Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dengan Menlu Jepang Menlu Jepang Toshimitsu Motegi dan Menhan Nobuo Kishi di Tokyo, Selasa 30 Maret 2021.






    Baca: Indonesia Akan Sepakati Kerja Sama Alutsista dengan Jepang.

    Menhan Prabowo memandang penting pembahasan peningkatan kerja sama dan menurutnya menjadi batu loncatan penting.

    “Saya kira ini merupakan kesepakatan bersejarah pertama kali dalam hubungan bilateral Indonesia dan Jepang. Jadi kami mendukung dan mengundang untuk Jepang meningkatkan partisipasinya dalam industri pertahanan Indonesia. Kami juga mengundang Jepang untuk ikut serta berpartisipasi dalam hal modernisasi kapasitas pertahanan kami,” ujar Prabowo dalam konferensi pers bersama di Tokyo.

    Tidak hanya itu, Prabowo juga mengajukan latihan bersama antara militer kedua negara. Mantan Danjen Kopassus itu mendorong pertukaran kunjungan perwira senior dari Jepang dan Indonesia.

    “Kami ingin melihat adanya peningkatan dari pendidikan serta pelatihan militer. Kami ingin melihat banyak perwira muda dan kadet (Indonesia) menjalani pendidikan di Jepang. Kedua negara juga membahas isu lain, terutama dalam hal bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana,” tutur Prabowo.

    Sementara Menhan Jepang Nabuo Kishi menilai signifikan pertemuan 2+2 ini. “Mengenai kerja sama alih teknologi yang negosiasinya dimulai sejak pertemuan 2+2 pada 2015, akan meningkatkan lebih jauh kerja sama pertahanan antara kedua negara,” tegas Kishi.

    “Kami tentunya akan melakukan akselerasi konsultasi mengenai transfer teknologi,” imbuhnya.

    Kishi juga menggarisbawahi diskusi baik yang dilakukan untuk meningkatkan kerja sama antara kami.  Kondisi di kawasan termasuk mengenai Laut China Selatan dan Laut China Timur ikut dibahas.

    “Saya mengungkapkan bahwa Undang-Undang Penjaga Pantai Tiongkok seharusnya tidak mengecilkan kepentingan dari negara relevan, termasuk dua negara ini,” sebutnya.

    Baca: Indo-Pasifik Hingga Peran Tiongkok Dibahas dalam Pertemuan Menteri RI dan Jepang.

    Indonesia jepang selalu mematuhi hukum internasional seperti UNCLOS dan menjaga jalur maritim yang bebas dan terbuka berdasarkan hukum yang berlaku. Kishi memandang semakin pentingnya peran ASEAN dalam kawasan. Menurut pantauannya, Indonesia sebagai negara kuat di ASEAN akan memainkan peran penting.

    “Demi kedamaian dan stabilitas, kami akan selalui bekerja sama dengan Indonesia,” kata Kishi.

    Tidak hanya kerja sama alutsista yang disepakati dalam pertemuan tersebut. Indonesia menurut Prabowo sangat menghargai partisipasi dan bantuan yang diberikan Jepang  dalam bidang bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Namun tidak hanya di bidang pertahanan, Prabowo juga juga meminta Jepang ikut serta dalam industri perikanan dan pembentukan ketahanan pangan Indonesia.


    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id