Raja Malaysia akan Bahas Usulan PM Muhyiddin Seputar Covid-19

    Marcheilla Ariesta - 24 Oktober 2020 18:30 WIB
    Raja Malaysia akan Bahas Usulan PM Muhyiddin Seputar Covid-19
    Raja Malaysia, Sultan Abdullah Ri'ayatuddin. Foto: AFP.
    Kuala Lumpur: Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah akan bertemu dengan sejumlah pemimpin negara bagian di seantero negeri untuk membahas usulan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin terkait situasi virus korona (covid-19) di negara itu. Pembicaraan dilakukan di tengah wacana penerapan status darurat negara karena pandemi covid-19.

    Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Istana pada Sabtu, 24 Oktober 2020, Pengawas Keuangan Keluarga Kerajaan, Ahmad Fadil Shamsuddin, mengatakan bahwa raja telah menemui PM Muhyiddin di Kuantan pada Jumat malam.

    Pertemuan dilakukan usai pertemuan khusus Kabinet di Putrajaya. PM Muhyiddin menginformasikan raja mengenai saran dan usulan yang dihasilan dari rapat kabinet khusus tersebut.

    "Al-Sultan Abdullah sangat memahami perlunya kesinambungan administrasi di negara ini untuk memerangi ancaman pandemi covid-19," kata Fadil, dilansir dari Channel News Asia.

    "Raja juga prihatin dengan kecemasan dan kemarahan warga mengenai perkembangan terakhir (pandemi covid-19 di Malaysia)," imbuhnya.

    Pertemuan raja dengan sejumlah pemimpin negara bagian akan dilakukan di istana nasional dalam waktu dekat. Pertemuan akan membahas dan mendiskusikan apakah saran-saran dari PM Muhyiddin layak diterapkan atau tidak.

    Fadil menambahkan, raja meminta warga Malaysia untuk tetap tenang, tidak panik, dan bersabar dalam menghadapi situasi saat ini sembari menunggu keputusan. Warga Negeri Jiran juga diimbau tidak membuat spekulasi apa pun yang dapat menimbulkan kebingungan dan mengganggu perdamaian negara.

    Spekulasi tersebar luas di Malaysia, jika Muhyiddin ingin mempertahankan kekuasaan dengan menerapkan status darurat. Untuk menerapkan status itu, ia harus terlebih dahulu meminta persetujuan raja.

    Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim mengecam wacana tersebut. Ia menegaskan status darurat di Malaysia hanya bisa diterapkan saat adanya ancaman terhadap keamanan nasional negara.

    Angka infeksi covid-19 di Malaysia telah melonjak menjadi 24.514 kasus dengan 710 kasus baru dan 10 kematian pada Jumat kemarin. Untuk kasus aktif, angkanya saat ini mencapai 8.416.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id