Kapten Kapal WNI Diadili di Thailand, Konsulat RI Berikan Pendampingan

    Marcheilla Ariesta - 09 Oktober 2020 13:46 WIB
    Kapten Kapal WNI Diadili di Thailand, Konsulat RI Berikan Pendampingan
    Ilustrasi oleh Medcom.id.
    Songkhla: Konsulat RI Songkhla lakukan pendampingan kepada Kapten Sugeng Wahyono dalam persidangan yang memeriksa nakhoda MT Celosia berbendera Indonesia di Pengadilan Provinsi Ranong. Kapten Sugeng Wahyono ditahan oleh otoritas hukum Thailand di Pelabuhan Pak Nam, Ranong, Thailand, sejak 8 Januari 2019.

    Ia didakwa melakukan pelanggaran UU Kepabeanan Thailand saat membawa MT Celosia yang bermuatan cairan coolant seberat 680 ton dari Pelabuhan Port Klang, Malaysia dengan tujuan Pelabuhan Pak Nam, Ranong.

    Sugeng dianggap bertanggung jawab atas beberapa pelanggaran Undang-Undang Thailand saat pertama ditahan otoritas hukum Thailand.

    Pernyataan KRI Songkhla, Jumat, 9 Oktober 2020 melaporkan dalam tuduhan awal, kapal bermuatan cairan kimia sebesar 680 ton ini memasuki wilayah perairan Thailand dengan membawa 21 anak buah kapal. Dalam tuduhan juga disebutkan kapal ini mempekerjakan orang asing, membiarkan dan mengizinkan pekerja setempat naik ke kapal dan membongkar muatan kapal tanpa izin dari otoritas setempat.

    "Atas semua tuduhan tersebut, Konsulat Songkhla telah memberikan pendampingan, dengan fokus kepada kepentingan hukum Kapten Sugeng Wahyono dan 21 ABK serta kapal MT Celosia berbendera Indonesia," kata KRI Songkhla, dalam keterangan yang diterima Medcom.id, Jumat 9 Oktober 2020.

    "Konsulat RI Songkhla telah melakukan pendampingan untuk proses pre-trial conference sehingga satu persatu tuduhan yang dialamatkan kepada Kapten Sugeng dan 21 ABK MT Celosia dapat diselesaikan secara hukum," imbuh mereka.

    Mereka telah bekerja sama dengan pemilik kapal untuk mengganti kru MT Celosia dengan yang baru dalam menangani kapal selama bersandar di Pelabuhan Pak Nam. Pada 20 Juli 2019, MT Celosia berlayar kembali dengan penambahan kru yang sesuai standar kapal tanker berbobot 4.751 ton.

    Otoritas hukum Thailand telah menetapkan Kapten Sugeng Wahyono dan tujuh orang warga Thailand dan Malaysia lainnya sebagai tersangka dengan jaminan tahanan luar oleh perusahaan masing-masing. Ia terancam menghadapi hukuman denda atau badan kurang dari 10 tahun.

    Selama menjadi tahanan luar, Sugeng tinggal di sebuah hotel yang disediakan perusahaan kapal. Ia juga mendapat bantuan logistik dari KRI Songkhla selama masa pandemi covid-19.

    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id