Pengadilan Malaysia Bebaskan Paspor Najib Razak, Untuk Keperluan Apa?

    Medcom - 19 Oktober 2021 14:26 WIB
    Pengadilan Malaysia Bebaskan Paspor Najib Razak, Untuk Keperluan Apa?
    Mantan PM Malaysia Najib Razak. (AFP)



    Kuala Lumpur: Pengadilan Banding Malaysia mengabulkan permintaan mantan Perdana Menteri Najib Razak untuk membebaskan sementara paspornya.

    Dilansir dari Channel News Asia, Selasa, 19 Oktober 2021, paspor diberikan untuk sementara agar politikus 68 tahun itu dapat menghadiri kelahiran cucunya di Singapura. 

     



    Pada Juli 2020, Najib Razak dijatuhi hukuman 12 tahun penjara akibat praktik korupsi dan pencucian uang dalam kasus skandal miliaran dolar 1MDB.

    Pelepasan paspor sementara ini berlaku dari 20 Oktober 2021 hingga 22 November 2021, cukup bagi Najib Razak untuk menemani putrinya, Nooryana Najwa, melahirkan di Singapura bulan depan.

    "Pengadilan menganggap alasan yang diberikan (Najib Razak) masuk akal. Pengadilan mengizinkannya, dan paspor akan dikembalikan," kata salah satu hakim kepada kantor berita Bernama.

    Pekan lalu, pengadilan yang lebih rendah di Malaysia diketahui telah mengabulkan permintaan serupa dari istri Najib Razak, Rosmah Mansor, yang juga menghadapi tuduhan korupsi. 

    Pengacara Najib mengatakan, paspor kliennya diperkirakan akan kedaluwarsa dalam waktu dekat. Ia menambahkan, Najib Razak membutuhkan paspor lebih awal agar dapat dilakukan pembaharuan sebelum nantinya berangkat ke Singapura pada 3 November.

    "Dia akan terbang pada 3 November, dan dia harus menjalani karantina sendiri selama 10 hari di Singapura. Dia akan kembali ke Kuala Lumpur pada 20 November. Paspor akan dikembalikan ke pengadilan oleh saya atau pengacara saya pada 22 November karena klien saya akan menjalani karantina sendiri begitu dia kembali dari Singapura,” ujarnya.

    Skandal 1MDB

    Najib Razak menjelaskan kepada Bernama, Najwa hanya tinggal di Singapura bersama suami dan putrinya yang berusia empat tahun. Mereka tidak memiliki anggota keluarga lain di sana untuk mendukungnya melalui kehamilan hingga persalinan.

    Ia menyatakan, tanggung jawabnya sebagai ayah adalah memastikan anaknya menjalani kehamilan dengan baik. Najwa disebut mengalami komplikasi serius saat kelahiran anak pertamanya.

    Pada 2018, Najib tersingkir di tengah kemarahan publik atas tuduhan korupsi dana lebih dari USD4,5 miliar dari 1MDB.

    Baca:  Eks PM Malaysia Incar Pencalonan Kembali ke Parlemen di Tengah Kasus Korupsi

    Saat itu, berbagai dakwaan diajukan terhadap Najib Razak dan Rosmah. Dalam penggerebekan, pihak kepolisian menemukan uang tunai, perhiasan, dan tas mewah bernilai jutaan dolar di rumah pasangan tersebut Rosmah mengaku tidak bersalah, namun tetap diadili.

    Sedangkan Najib Razak mengatakan tuduhan terhadapnya bermotif politik dan ia merasa disesatkan terkait sumber dana yang ditransfer ke rekeningnya. Setidaknya enam negara, termasuk Singapura, telah membuka penyelidikan kriminal terhadap 1MDB. (Nadia Ayu Soraya)

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id