comscore

Indonesia Berencana Buka Kembali Kedutaan Besar di Afghanistan

Marcheilla Ariesta - 06 Desember 2021 17:48 WIB
Indonesia Berencana Buka Kembali Kedutaan Besar di Afghanistan
Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Abdul Kadir Jailani di Jakarta, Senin, 6 Desember 2021. (Marcheilla Ariesta/Medcom.id)
Jakarta: Indonesia berencana membuka kembali Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di ibu kota Afghanistan, Kabul. Langkah ini dilakukan bukan untuk mengakui kepemimpinan Taliban, namun untuk melakukan pendekatan konstruktif dengan kelompok yang kini menjalankan pemerintahan di negara tersebut.

"Dengan reaktivitas KBRI Kabul, tujuannya kita ingin melakukan pendekatan konstruktif. Tapi sekali lagi, itu bukan berarti kita akan mengakui Taliban," kata Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Abdul Kadir Jailani di Jakarta, Senin, 6 Desember 2021.

 



Saat ini, kata Kadir, masih banyak negara yang mempertahankan kedutaannya di Afghanistan untuk berbagai alasan. Namun, tidak ada satu pun negara yang mengakui pemerintahan Taliban,

Ia mengatakan, pendekatan konstruktif Indonesia di Afghanistan memang dilakukan dengan 'pemerintah baru.' Namun, Indonesia akan melihat apakah pemerintahan Taliban di Afghanistan ini sudah sejalan dengan beragam komitmen yang dijanjikan para pemimpinnya.

"Pertama, pemerintahan inklusif, lalu menghormati hak perempuan dan anak, lalu ada terorisme. Tapi kita ketahui sepertinya hal ini masih belum (dipenuhi), kita butuh lebih," tuturnya.

"Inklusif ini artinya harus tetap mengutamakan semua elemen, seluruh rakyat Afghanistan dan bukan hanya Taliban," lanjut Kadir.

Baca:  Tekankan Kesetaraan Gender, Taliban Larang Pernikahan Paksa di Afghanistan

Indonesia, kata Kadir, akan melihat kondisi lapangan Afghanistan yang dikabarkan berada dalam kondisi yang cukup memprihatinkan. "Namun masih ada harapan," ungkapnya.

Indonesia mengharapkan adanya perbaikan dalam sendi-sendi kehidupan di Afghanistan, terutama seputar isu perempuan.

Kadir menjelaskan, Indonesia sudah mengusulkan untuk diadakannya pertemuan dengan negara-negara lain terkait isu Afghanistan. Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), kata Kadir, telah mengumumkan Pakistan sebagai tuan rumah untuk pertemuan luar biasa tingkat menteri luar negeri untuk membahas Afghanistan.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id